20 Jet Tempur Israel Bombardir Yaman, Balas Dendam karena Houthi Merudal Bandara Ben Gurion
Sekitar 20 jet tempur Israel telah membombardir wilayah Hudaydah di Yaman, yang diklaim sebagai situs-situs kelompok Houthi, pada hari Senin.
Serangan itu sebagai pembalasan setelah kelompok sekutu Iran itu menyerang area Bandara Internasional Ben Gurion dengan rudal balistik pada hari Minggu.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (6/5/2025), mengatakan pihaknya menyerang lokasi yang berfungsi sebagai sumber pasokan utama bagi Houthi di Pelabuhan Hudaydah, serta pabrik semen Bajil di sebelah timur kota Hudaydah.
Setelah serangan di Bandara Ben Gurion hari Minggu, Houthi mengatakan mereka akan memberlakukan blokade udara menyeluruh terhadap Israel dengan menargetkan bandara-bandarnya sebagai respons terhadap rencana Israel untuk memperluas operasi militernya di Gaza.
Kelompok Houthi mengatakan 21 orang terluka dalam serangan hari Senin, dan menggambarkannya sebagai serangan gabungan "agresi Amerika Serikat-Israel". Namun Amerika membantah terlibat dalam serangan tersebut.
IDF mengatakan, "Serangan hari Senin dilakukan dengan tepat, dengan langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi kerusakan pada kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan."
"Pabrik Bajil berfungsi sebagai sumber daya ekonomi yang signifikan, dan digunakan oleh kelompok itu untuk membangun terowongan dan infrastruktur," papar IDF, menambahkan bahwa lokasi pelabuhan Hudaydah telah digunakan untuk transfer senjata Iran.
Pelabuhan itu adalah yang terbesar kedua di Laut Merah setelah Aden, dan merupakan titik masuk untuk sekitar 80 impor pangan Yaman.
Beberapa penduduk mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa lebih dari 10 serangan menargetkan Pelabuhan Hudaydah dan daerah al-Salakhanah dan al-Hawak di kota itu, sementara empat serangan lagi menargetkan pabrik semen.
Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan yang dijalankan Houthi, Anees al-Asbahi, mengatakan sedikitnya 21 orang terluka dalam serangan itu.
Kelompok Houthi menyalahkan AS dan Israel atas serangan tersebut. Namun, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan mereka tidak berpartisipasi dalam serangan Israel di Yaman pada hari Senin.
Sekadar diketahui, rudal yang ditembakkan Houthi ke area Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv pada Minggu pagi mendarat di sebelah jalan akses dekat terminal utama.
Empat orang terluka oleh ledakan itu, dengan dua lainnya terluka dalam perjalanan ke tempat perlindungan, kata layanan darurat Israel.
Rudal tersebut, yang diklaim Houthi sebagai misil balistik hipersonik, berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis Israel, yakni Iron Dome, David's Sling, dan Arrow.
Bahkan sistem pertahanan udara THAAD Amerika Serikat yang dioperasikan di Israel juga gagal mencegat rudal Houthi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu mengancam akan membalas serangan Houthi, dengan mengatakan: "Kami menyerang di masa lalu, kami akan menyerang di masa depan."
Iran mengatakan serangan di Bandara Ben Gurion adalah "keputusan independen" oleh kelompok Houthi.







