Sudah Lemahkah Israel hingga Rudal Houthi Bobol Iron Dome, David's Sling, Arrow, dan THAAD?

Sudah Lemahkah Israel hingga Rudal Houthi Bobol Iron Dome, David's Sling, Arrow, dan THAAD?

Global | sindonews | Senin, 5 Mei 2025 - 08:11
share

Rudal balistik yang ditembakkan Houthi Yaman berhasil menghantam area Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv, Israel, pada hari Minggu.

Misil itu kini jadi pemberitaan media internasional karena mampu menembus tiga sistem pertahanan udara berlapis Zionis Israel—Iron Dome, David's Sling, dan Arrow—serta sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat (AS).

Rudal balistik Houthi membuat empat sistem pertahanan canggih menjadi tidak berkutik merupakan fenomena tidak biasa. Sudah lemahkah sistem pertahanan berlapis Zionis Israel.

Senjata Houthi tersebut menghantam area di dekat jalan akses di dalam perimeter bandara. Laporan media lokal menyebutkan enam orang terluka.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka gagal mencegat rudal tersebut meskipun telah beberapa kali mencoba. "Dampak teridentifikasi di area Bandara Ben Gurion," kata IDF dalam sebuah posting di Telegram.

Menurut laporan media lokal, rudal tersebut menempuh jarak hampir 2.150 km sebelum mendarat sekitar 350 meter dari terminal penumpang di bandara. Hantaman rudal tersebut meninggalkan kawah selebar 25 meter.

Sistem Iron Dome dirancang untuk mencegat roket atau rudal jarak pendek. Bisa dipahami jika sistem ini beberapa kali gagal mencegat misil jarak jauh yang ditembakkan dari Yaman, termasuk yang menyerang bandara Ben Gurion kemarin.

Namun, kegagalan sistem David's Sling, Arrow, dan bahkan THAAD menimbulkan pertanyaan tentang apa yang terjadi dengan pertahanan udara Zionis Israel.

Menurut para pejabat negara Yahudi tersebut, misil pencegat yang dilesatkan sistem Arrow, tapi gagal menghentikan senjata Houthi.

Investigasi sedang dilakukan militer Zionis untuk menentukan apakah kegagalan itu disebabkan oleh kesalahan manusia atau kegagalan fungsi teknis.

Mereka menekankan bahwa target terdeteksi dengan benar, dengan peringatan Komando Front Dalam Negeri IDF dikeluarkan beberapa menit sebelum sirene serangan udara berbunyi.

Rudal itu menghantam area bandara saat sirene masih berbunyi.

Setelah intersepsi Arrow yang gagal, misil pencegat dari THAAD Amerika juga dilesatkan tetapi gagal menghantam sasaran.

Menurut laporan Ynet, Senin (5/5/2025), meskipun tingkat intersepsi Arrow lebih tinggi daripada THAAD, tidak ada sistem yang memberikan perlindungan yang sangat baik.

Rudal Hipersonik Misterius

Kelompok Houthi secara resmi mengeklaim bertanggung jawab atas serangan rudal yang hantam Bandara Ben Gurion.

Juru bicara militernya, Yahya Saree, menyebut proyektil tersebut sebagai rudal balistik hipersonik.

Tidak seperti insiden sebelumnya, di mana kelompok tersebut mengidentifikasi proyektil mereka sebagai model Palestine-2, Saree tidak menyebutkan modelnya kali ini.

"Sistem pertahanan Amerika dan Israel gagal mencegat rudal yang ditujukan ke Bandara Ben Gurion," kata Saree.

"Serangan itu membuat lebih dari tiga juta Zionis berlarian ke tempat perlindungan dan menghentikan operasi bandara selama lebih dari satu jam. Kami kembali memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak melanjutkan penerbangan ke Ben Gurion. Itu tidak aman," paparnya.

Topik Menarik