5 Negara yang Wilayahnya Pernah Diklaim Milik China, Siapa Saja?

5 Negara yang Wilayahnya Pernah Diklaim Milik China, Siapa Saja?

Global | sindonews | Kamis, 1 Mei 2025 - 13:42
share

Ada banyak negara yang wilayahnya pernah diklaim milik China. Sebagian di antaranya masih belum terselesaikan sampai sekarang.

Wilayah dan perbatasan menjadi isu sensitif dalam hubungan internasional, termasuk saat suatu negara mengeklaim wilayah yang juga diklaim atau dikuasai negara lain. Dalam konteks ini, China sering menjadi sorotan karena berbagai klaim teritorialnya yang melibatkan sejumlah negara.

Sebagian klaim tersebut didasarkan pada sejarah lama, peta kuno, atau kepentingan strategis di kawasan yang diperebutkan. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah negara yang wilayahnya pernah diklaim China.

Negara yang Wilayahnya Pernah Diklaim Milik China

1. Taiwan

Taiwan adalah negara dengan sengketa kedaulatan paling signifikan dengan China. Seperti diketahui, Beijing mengeklaim seluruh wilayah Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri berdasarkan prinsip "Satu China".

Sengketa berakar dari Perang Saudara China (1945–1949). Waktu itu, Partai Komunis China di bawah kepemimpinan Mao Zedong mengalahkan penguasa nasionalis Kuomintang yang dipimpin Chiang Kai-shek.

Setelahnya, Chiang Kai-shek melarikan diri ke pulau Taiwan dan mendirikan pemerintahan sendiri. Sejak itu, kedua pihak terus mengalami perpecahan politik yang menyebabkan timbulnya konflik.

Pada satu sisi, China menganggap reunifikasi dengan Taiwan sebagai tujuan nasional, bahkan jika harus menggunakan kekuatan militer. Sengketa tersebut di kemudian hari akhirnya menyeret negara lain seperti Amerika Serikat yang memberikan dukungan militer untuk Formosa.

2. Rusia

China pernah mengklaim sejumlah wilayah yang kini menjadi bagian dari Rusia. Di antaranya seperti Kepulauan Yinlong (Pulau Tarabarov), Pulau Heixiazi (Bolshoy Ussuriysky), dan bagian lain di sepanjang Sungai Amur dan Ussuri.

Klaim ini berasal dari periode Dinasti Qing, saat wilayah-wilayah tersebut dianggap bagian dari China sebelum dianeksasi Kekaisaran Rusia melalui Perjanjian Aigun (1858) dan Perjanjian Peking (1860).

Sengketa berlangsung selama beberapa dekade dengan ketegangan puncak pada 1969. Waktu itu, terjadi bentrokan bersenjata terjadi di Pulau Zhenbao (Damansky) di Sungai Ussuri antara pasukan Uni Soviet dan China, dan nyaris memicu perang besar.

Pada 2004, China dan Rusia mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyelesaikan sengketa perbatasan. Moskow menyerahkan Pulau Yinlong dan sebagian Pulau Heixiazi kepada China, sementara wilayah lain tetap di bawah kendalinya.

3. Filipina

Filipina terlibat dalam sengketa dengan China atas Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di Laut China Selatan yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan "Nine-Dash Line". Padahal, wilayah ini berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina yang memberikan hak atas sumber daya laut sesuai UNCLOS 1982. Filipina menggugat klaim China ke Mahkamah Arbitrase Internasional pada 2013 dan putusan 2016 menyatakan bahwa "Nine-Dash Line" tidak memiliki dasar hukum. Namun, Beijing menolak putusan ini dan terus memperluas kehadirannya. Sengketa ini masih kerap meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan. Terlebih, Amerika Serikat sebagai sekutu Filipina sudah ikut campur dan melakukan patroli kebebasan navigasi, sehingga memicu protes China.

4. Vietnam

Pada sengketa Laut China Selatan lainnya, China dan Vietnam telah lama menghadapi konflik teritorial maritim atas Kepulauan Spratly dan Kepulauan Paracel. Sengketa ini telah berlangsung selama beberapa dekade dan sering memicu insiden maritim.

China mendukung klaimnya dengan narasi historis tentang aktivitas maritim Chinakuno. Sementara itu, Vietnam menggunakan diplomasi ASEAN dan kerja sama dengan AS, India, dan Jepang untuk menghadapi tekanan China.

5. India

China pernah mengklaim Arunachal Pradesh, negara bagian di India timur laut yang disebutnya "Tibet Selatan" atau "Zangnan". Namun, India menegaskan bahwa Arunachal Pradesh adalah bagian integral wilayahnya.

Klaim China didasarkan pada pandangan bahwa Arunachal Pradesh secara historis berada di bawah pengaruh Tibet selama kekaisaran China. Namun, India mengendalikan wilayah ini sejak kemerdekaan dan penduduk lokal di sana memiliki identitas budaya yang beragam.

Selain lima negara di atas, sebenarnya masih ada banyak nama lain yang pernah memiliki sengketa wilayah dengan China. Bahkan, Indonesia juga bersengketa soal bagian dari Laut China Selatan yang kini berganti nama menjadi Laut Natuna Utara.

Demikian ulasan mengenai sejumlah negara yang wilayahnya pernah diklaim milik China.

Topik Menarik