Jenderal Rusia Ini Ditangkap atas Tuduhan Terlibat Kegiatan Kriminal

Jenderal Rusia Ini Ditangkap atas Tuduhan Terlibat Kegiatan Kriminal

Global | sindonews | Selasa, 14 Mei 2024 - 12:58
share

Seorang jenderal Rusia yang bertanggung jawab atas masalah personel telah ditangkap dan ditahan atas tuduhan terlibat kegiatan kriminal.

Penangkapan perwira bernama Letnan Jenderal Yuri Kuznetsov dilaporkan kantor berita TASS pada Selasa (14/5/2024) pagi, mengutip sumber di dinas keamanan.

Penangkapan jenderal tersebut dipublikasikan hampir sehari setelah Presiden Vladimir Putin melakukan perombakan besar dalam sistem pertahanan Rusia, termasuk mencopot Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.

Sumber dinas keamanan mengatakan kepada TASS bahwa Kuznetsov, kepala badan kementerian yang mengawasi masalah personel, telah ditahan karena dicurigai melakukan aktivitas kriminal.

Penyelidikan kasus ini dilakukan oleh badan investigasi militer utama Komite Investigasi Rusia, kata sumber tersebut kepada TASS , merujuk pada lembaga investigasi paling penting di Rusia.

Penyidik telah melakukan pendekatan ke pengadilan untuk memilih kondisi preventif bagi jenderal tersebut dalam bentuk mempertahankan penahanannya.

Situs blog militer pro-pemerintah, Rybar , melaporkan bahwa Kuznetsov tidak hadir di tempat kerja karena penyelidikan tersebut.

Laporan Rybar menyatakan bahwa penyelidikan tersebut kemungkinan terkait dengan pekerjaannya sebelumnya di Staf Umum Rusia yang menangani rahasia negara.

Bulan lalu, mantan wakil menteri pertahanan, Timur Ivanov, ditahan atas tuduhan menerima suap dalam jumlah besar sehubungan dengan proyek konstruksi militer.

Sedangkan Shoigu dicopot pada hari Minggu sebagai menteri pertahanan dan digantikan oleh ekonom sipil Andrei Belousov.

Shoigu diusulkan oleh Presiden Putin untuk menjabat sebagai sekretaris dewan keamanan Rusia, menggantikan Nikolai Patrushev.

Sedangkan Patrushev dilaporkan akan mendapat pekerjaan baru, yang belum diumumkan hingga sekarang.

Perombakan tersebut, yang pasti akan disetujui oleh anggota Parlemen, adalah perubahan paling signifikan yang dilakukan Putin terhadap komando militer sejak invasi ke Ukraina dimulai Februari 2022.

Topik Menarik