Loading...
Loading…
Tokoh Oposisi Rusia Navalny Sebut Racun Novichok Ditemukan di Kulit dan Dalam Tubuhnya

Tokoh Oposisi Rusia Navalny Sebut Racun Novichok Ditemukan di Kulit dan Dalam Tubuhnya

Global | inewsid | Senin, 21 September 2020 - 20:49

MOSKOW, iNews.id - Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny memastikan dirinya diracuni Novichok. Jejak zat kimia pelumpuh saraf buatan masa Uni Soviet itu ditemukan di tubuhnya berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa laboratorium di Eropa.

Pria 44 tahun itu mendesak otoritas Rusia mengembalikan pakaiannya yang hilang saat dia tak sadarkan diri dibawa ke rumah sakit di Omsk, Siberia.

Navalny ambruk dalam penerbangan dari Kota Tomsk menuju Moskow pada 20 Agustus. Pesawat yang membawanya lalu mendarat darurat di Kota Omsk agar Navalny bisa segera mendapatkan perawatan. Setelah beberapa hari di rawat di Omsk, dia dipindahkan ke Rumah Sakit Charite di Berlin.

"Dua laboratorium independen di Prancis dan Swedia serta laboratorium khusus Bundeswehr (milik militer Jerman) mengonfirmasi keberadaan Novichok di dalam dan tubuh (kulit) saya," katanya, dalam posting-an blog pertamanya sejak koma, seperti dikutip dari AFP, Senin (21/9/2020).

Soal pakaian, Navalny yakin ada bukti penting yang bisa diungkap dari sana. Pakaian itu dilepas saat dia berada di rumah sakit.

Mengingat Novichok ditemukan di dalam dan tubuh saya dan kemungkinan besar saya keracunan melalui kontak fisik, pakaian merupakan bukti yang sangat penting, ujarnya.

Dia mendesak pihak berwenang Rusia mengembalikan pakaiannya dengan hati-hati, dikemas dalam kantong plastik.

Original Source

Topik Menarik

{