Korsel Perketat Aturan Jarak Sosial ke Level 2,5 karena Kasus Covid-19 Masih Melonjak

Global | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 13:43
Korsel Perketat Aturan Jarak Sosial ke Level 2,5 karena Kasus Covid-19 Masih Melonjak

SEOUL, iNews.id – Lojakan harian infeksi virus corona di Korea Selatan melebihi 300 kasus selama empat hari berturut-turut. Pada Sabtu (29/8/2020) ini, negeri ginseng melaporkan 323 kasus baru Covid-19.

Dari semua kasus baru itu, 308 di antaranya ditularkan secara lokal dan 15 lagi diimpor dari luar negeri. Dengan adanya pertambahan tersebut, total kejadian infeksi Covid-19 di Korsel per hari menjadi 19.400 kasus, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC).

Selain itu, KCDC juga mengonfirmasi lima pasien Covid-19 meninggal dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, total kematian akibat wabah virus corona di Korsel kini menjadi 321 jiwa. Tingkat kematian pasien Covid-19 di negara itu mencapai 1,65 persen.

Dengan laju infeksi yang belum juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan, Pemerintah Korsel pun memutuskan untuk memperpanjang aturan jarak sosial level 2 selama satu pekan ke depan hingga 6 September di wilayah Seoul Raya. Aturan yang lebih ketat diberlakukan mulai Minggu (30/8/2020) besok, yang secara de facto menjadi “level 2,5” (dari skala 1-3).

Otoritas kesehatan Korea sebelumnya mengategorikan aturan jarak sosial dalam tiga tahap. Level 1 adalah yang paling longgar, sedangkan level 3 menjadi yang paling ketat—di mana sekolah dan unit-unit bisnis harus ditutup sementara.

Di bawah pembatasan baru yang mulai diterapkan besok, semua restoran, kafe, dan toko roti di Seoul Raya—yang terdiri atas Kota Seoul, Incheon, dan Provinsi Gyeonggi—hanya dapat melayani pelanggan secara langsung (makan di tempat) hingga jam 21.00. Dari pukul 21.00 sampai 05.00, mereka hanya boleh melayani pelanggan yang membawa pulang pesananya (take away) atau; melayani jasa antar makanan (delivery).

Sementara, untuk bisnis kopi waralaba, hanya diizinkan melayani take away dan delivery, terlepas dari kapan pun jam operasionalnya. Aturan ini diberlakukan karena infeksi klaster yang dilaporkan baru-baru ini juga terkait dengan kedai kopi.

Korea Heralad melaporkan, sejak 14 Agustus, Korsel telah melaporkan total 4.630 kasus baru Covid-19. Sebagian besar lonjakan infeksi itu terkait dengan aktivitas sebuah gereja konservatif di Seoul Utara, serta unjuk rasa antipemerintah pada 15 Agustus di pusat Seoul.

Jumlah kasus yang ditelusuri ke klaster Gereja Sarang Jeil di Seoul—yang menjadi pusat gelombang infeksi di Korsel baru-baru ini—mencapai 978 pada Jumat (28/8/2020). Kasus-kasus yang terkait dengan gereja itu dilaporkan setidaknya di 25 lokasi.

Sementara, jumlah kasus hasil pelacakan dari klaster aksi unjuk rasa 15 Agustus di Seoul sampai hari ini mencapai 294 kasus dan tersebar di 13 provinsi dan kota di seluruh negeri.

Klaster-klaster lainnya mencakup 33 kasus yang dilaporkan di sebuah kompleks apartemen di Guro-gu, Seoul Barat; 66 kasus dari perusahaan penjualan door-to-door di Gwanak-gu; 17 kasus di gereja lain di Nowon-gu, dan; 14 kasus di klub tenis meja di kota tenggara Gwangju.

Artikel Asli