Anarkistis, Demonstran Anti-Islam Bakar Alquran dan Lempari Polisi dengan Batu

Global | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 10:47
Anarkistis, Demonstran Anti-Islam Bakar Alquran dan Lempari Polisi dengan Batu

STOCKHOLM, iNews.id – Para demonstran anti-Islam melemparkan batu ke arah polisi dan membakar ban di Kota Malmo, Swedia, Jumat (28/98/2020) malam waktu setempat. Aksi anarkistis itu berlangsung beberapa jam setelah seorang politikus Denmark anti-Muslim, Rasmus Paludan, dicegat polisi Swedia untuk menghadiri aksi pembakaran Alquran di kota tersebut.

Sekitar 300 orang berada di jalan-jalan Malmo dengan kekerasan yang meningkat seiring berlalunya malam, menurut polisi dan media setempat.

Demonstrasi itu terkait dengan insiden pada hari sebelumnya. Ketika itu, para pengunjuk rasa membakar salinan kitab suci umat Islam, ungkap Juru Bicara Kepolisian Swedia, Rickard Lundqvist, kepada tabloid Expressen.

Rasmus Paludan, politikus garis keras Denmark yang juga pemimpin gerakan anti-Islam di negaranya, sedianya akan mengunjungi Malmo untuk berorasi dalam unjuk rasa bernuansa Islamofobia itu. Akan tetapi, pihak berwenang Swedia mencegah kedatangan Paludan dengan mengumumkan bahwa dia telah dilarang memasuki Swedia selama dua tahun. Politikus pembenci Islam itu kemudian ditangkap di dekat Malmo.

“Kami menduga dia akan melanggar hukum di Swedia. Ada juga risiko bahwa perilakunya akan menimbulkan ancaman bagi masyarakat,” kata Juru Bicara Kepolisian Swedia, Calle Persson, kepada AFP.

Akan tetapi, para pendukung Paludan tetap melanjutkan demonstrasi dan aksi pembakaran Alquran. Tiga orang dari mereka kemudian ditangkap karena menghasut kebencian SARA.

Paludan tahun lalu membakar Alquran yang dibalut dengan bacon (daging babi)—yang diharamkan dalam Islam.

Artikel Asli