Kontainer 39 Mayat Imigran Vietnam, Sopir Truk Mengaku Bersalah

Global | sindonews | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 07:56
Kontainer 39 Mayat Imigran Vietnam, Sopir Truk Mengaku Bersalah

LONDON - Seorang sopir truk mengaku bersalah atas kematian39 orang imigran asal Vietnam. Puluhan mayat para imigran itu ditemukan di dalam sebuah kontainer truk tahun lalu di tenggara Inggris.

Ronan Hughes (40) dari County Armagh di Irlandia Utara, mengajukan pembelaan di Pengadilan Kriminal London Pusat.

Hughes juga mengaku bersalah atas persekongkolan untuk membantu imigrasi ilegal warga negara non-Uni Eropa antara 1 Mei 2018 dan 24 Oktober 2019.

Hughes muncul bersama Eamonn Harrison (23), juga dari County Down, Irlandia Utara, yang diduga mengemudikan trailer truk itu ke pelabuhan Zeebrugge di Belgia sebelum berlayar ke Purfleet di Inggris.

Namun berbeda dengan Hughes, Harrison mengaku tidak bersalah atas 39 dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan konspirasi untuk membantu imigrasi yang melanggar hukum dan akan diadili pada 5 Oktober dengan tiga terdakwa lainnya.

Sementara itu Gazmir Nuzi (42), dari Tottenham di London utara, yang muncul melalui tautan video, mengaku bersalah atas satu dakwaan membantu imigrasi yang melanggar hukum pada atau sebelum 11 Oktober 2019 dan 18 April 2020 seperti disitir dari NBC News, Sabtu (29/8/2020).

Pernyataan tersebut bukanlah yang pertama dalam kasus tragis tersebut.

Sopir truk lainnya, yang juga telah menjadi terdakwa, Maurice Robinson (25), dari Craigavon di Irlandia Utara mengaku bersalah atas 39 tuduhan pembunuhan pada bulan April. Robinson menemukan mayat tersebut setelah mengangkut kontainer dari Purfleet ke Grey.(Baca: Sopir Truk Pembawa 39 Mayat Imigran Vietnam Mengaku Bersalah)

Pada bulan Juni, Alexandru-Ovidiu Hanga (28), mengakui salah satu tuduhan bersekongkol untuk membantu imigrasi yang melanggar hukum.

Sebanyak 39 mayat imigran Vietnam ditemukan di dalam kontainer sebuah truk di sebuah kawasan industri di kota Grays, Inggris, pada 23 Oktober tahun lalu.

Cakupan tragedi itu menjadi jelas ketika polisi merilis nama dan usia mereka yang tewas dalam salah satu insiden penyelundupan manusia terburuk di Inggris.

Dua dari korban tewas diketahui berusia 15 tahun, sedangkan yang tertua 44 tahun. Sekitar 20 korban berasal dari satu provinsi, Nghe An, di Vietnam tengah utara.(Baca: Vietnam Terima Seluruh Korban 'Kontainer 39 Mayat' Inggris)

Artikel Asli