Riset: Covid-19 Sangat Jarang Mematikan untuk Anak-Anak

Global | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 07:26
Riset: Covid-19 Sangat Jarang Mematikan untuk Anak-Anak

LONDON, iNews.id – Anak-anak dan remaja jauh lebih kecil kemungkinannya terkena kasus infeksi Covid-19 yang parah dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu, kematian akibat penyakit tersebut di kalangan anak-anak juga sangat jarang terjadi, menurut penelitian Inggris yang diterbitkan pada Kamis (27/8/2020).

Menurut riset terhadap para pengidap Covid-19 yang dirawat di 138 rumah sakit di Inggris itu, kurang dari satu persen pasien adalah anak-anak. Dan, di antara satu persen itu—yakni total enam anak—meninggal. Semua anak yang meninggal tersebut sebelumnya diketahui memang mengidap penyakit serius atau punya gangguan kesehatan.

“Kami yakin bahwa Covid-19 tidak menyebabkan bahaya pada anak-anak dalam skala yang signifikan,” kata Malcolm Semple, profesor pengobatan wabah dan kesehatan anak di Universitas Liverpool Inggris, yang ikut memimpin penelitian tersebut.

“Pesan yang paling kuat adalah bahwa (pada kasus Covid-19 anak-anak) penyakit parah jarang terjadi, dan kematian semakin jarang. Para orang tua bisa merasa agak tenang bahwa anak-anak mereka tidak menghadapi bahaya secara langsung dengan kembali ke sekolah,” katanya dalam sebuah pengarahan.

Data global tentang penyebaran pandemi virus corona menunjukkan, kasus yang dialami anak-anak dan remaja hanya sekitar 1 hingga 2 persen dari total kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Sebagian besar penularan pada anak-anak bersifat ringan atau tanpa gejala, dan hanya sedikit anak yang dilaporkan meninggal. Untuk riset tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal medis BMJ, tim Semple meneliti data dari 651 bayi dan anak-anak di bawah 19 tahun, yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 antara 17 Januari dan 3 Juli.

Enam anak yang meninggal semuanya memiliki “komorbiditas yang serius”, kata para peneliti. Menurut mereka, jumlah tersebut adalah tingkat kematian yang "sangat rendah" dibandingkan dengan 27 persen pada semua kelompok usia pasien Covid-19, yaitu dari 0-106 tahun, yang dirawat di rumah sakit selama periode yang sama.

Sementara kemungkinan anak-anak untuk mengalami Covid-19 yang parah adalah "kecil", kata para peneliti, anak-anak dari etnis kulit hitam dan dalam keadaan obesitas mengalami dampak secara tidak proporsional.

Keadaan yang sama ditemukan dalam penelitian sebelumnya pada orang dewasa.

Penelitian tersebut juga menunjukkan, anak-anak dapat memiliki sekelompok gejala, termasuk sakit tenggorokan, mual, muntah, sakit perut, diare dan ruam, bersamaan dengan gejala-gejala Covid-19—seperti demam, sesak napas, dan batuk.

Artikel Asli