Loading...
Loading…
China: AS-Rusia Harus Berada di Depan Dalam Pelucutan Senjata Nuklir

China: AS-Rusia Harus Berada di Depan Dalam Pelucutan Senjata Nuklir

Global | sindonews | Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:04

WASHINGTON - Duta Besar China untuk Amerika Serikat (AS), Cui Tiankai mengatakan peran utama dalam pelucutan senjata nuklir harus dimainkan oleh Moskow dan Washington, dan bukan oleh China . Alasanya, persenjataan nuklir China jauh lebih kecil dibanding AS dan Rusia.

Berbicara dalam Forum Keamanan Aspen, Cui ditanya apakah China tertarik untuk menandatangani kesepakatan pengendalian senjata dengan partisipasi Moskow dan Washington. Dia menuturkan, AS dan Rusia harus menyelesaikan perjanjian itu antara mereka untuk saat ini.

"Saya pikir sekarang ada negosiasi yang sangat penting antara AS dan Rusia mengenai perjanjian yang ada antara negara-negara tersebut dan perjanjian ini sangat penting untuk stabilitas strategis internasional," ucapnya.

"Kami berharap perjanjian itu akan terus berlanjut. Kami bisa punya alasan untuk optimis, tetapi saya tidak tahu," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (6/8/2020).

Dia kemudian mengatakan bahwa AS dan Rusia memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, sedangkan China memiliki jumlah senjata nuklir yang sangat kecil. China diketahui memiliki sekitar 300 hulu ledak nuklir, sedangkan AS memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir.

Cui menambahkan bahwa kesiapan AS untuk mengurangi cadangan nuklirnya saat ini menjadi ukuran China sebagai prasyarat untuk terlibat dalam pembicaran tersebut.

Original Source

Topik Menarik