Loading...
Loading…
Catatan Hitam Kapal Pengangkut 2.750 Ton Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Beirut Terungkap

Catatan Hitam Kapal Pengangkut 2.750 Ton Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Beirut Terungkap

Global | okezone | Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:57

LEDAKAN dahsyat yang menghancurkan pelabuhan Beirut dan sebagian Ibu Kota Lebanon itu dikaitkan dengan kesalahan penanganan kargo amonium nitrat yang disita dari sebuah kapal asing. Ledakan itu menyebabkan setidaknya 135 orang tewas dan lebih dari 5.000 luka-luka, menyebabkan kerusakan berat di Beirut.

Bencana itu dikaitkan dengan sekitar 2.750 ton amonium nitrat, bahan kimia mudah meledak. kisah bagaimana simpanan bahan berbahaya sebesar itu bisa berada di Pelabuhan Beirut berhubungan dengan sebuah kapal kargo berbendera Moldova, MV Rhosus yang ditahan di Lebanon.

Menurut Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon. Kapal tersebut dikatakan telah memasuki pelabuhan Beirut pada September 2013 karena kesulitan teknis. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut ditemukan bahwa kapal itu adalah bencana terapung yang menunggu terjadi, sehingga dilarang melanjutkan pelayarannya dan kargonya, termasuk ribuan ton amonium nitrat, disita.

Ternyata MV Rhosus memiliki catatan hitam, yang kemudian diungkap seorang mantan krunya kepada RT .

Menurut portal pelacakan MarineTraffic , Rhosus dibangun tahun 1986 dan telah melalui cukup banyak pemilik. Sejarahnya baru-baru ini dimulai pada 2012 ketika dibeli oleh Teto Shipping, sekira satu tahun sebelum disita otoritas Pelabuhan Lebanon.

Teto Shipping adalah sebuah perusahaan yang terdaftar di Kepulauan Marshall dan dimiliki oleh seorang pengusaha kelahiran Rusia, Igor Grechushkin. Perusahaan itu sendiri dibentuk pada tahun yang sama dan Rhosus tampaknya merupakan satu-satunya kapal milik Teto Shipping.

Baru belakangan ini semuanya menjadi jelas bahwa MV Rhosus tidak bisa disebut sebagai kapal yang layak, bahkan pada kondisinya saat itu.

Kapal berlayar di bawah bendera Moldova, dan awaknya sebagian besar terdiri dari Ukraina dan Rusia.

Pesan-pesan mengerikan yang ditinggalkan para kru di forum-forum berbahasa Rusia yang berasal dari 2012 melukiskan gambaran kondisi kerja yang mengerikan di MV Rhosus sejak saat mereka mengambil pekerjaan itu.

Fasilitas dalam keadaan suram, gaji yang sangat rendah dan masalah pembayaran yang menunggak terus disebutkan dalam posting-posting itu, sebagian besar untuk mengingatkan sesama pelaut untuk mempertimbangkan mengikat kontrak dengan Teto Shipping.

"Mereka yang bekerja (di Rhosus) harus dianugerahi gelar \'Pahlawan\'," tulis seorang pelaut, dalam pesan yang dilansir oleh saluran berita Telegram Baza. Dalam pesan itu disampaikan bahwa kapal tidak memiliki ruang pendingin untuk menyimpan bahan makanan dan bahkan kepala kabin tidak memiliki fasilitas kebersihan.

Original Source