Loading...
Loading…
Zelenskyy Teken Dekrit Tolak Bernegosiasi dengan Putin

Zelenskyy Teken Dekrit Tolak Bernegosiasi dengan Putin

Global | koran-jakarta.com | Kamis, 06 Oktober 2022 - 05:31

KYIV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Selasa (4/10) menandatangani dekrit yang menyatakan tidak ada negosiasi yang akan dilakukan dengan Presiden Russia, Vladimir Putin. Langkah terbaru ini diambil Ukraina setelah parlemen Russia meratifikasi perjanjian tentang pencaplokan 4 wilayah Ukraina yaitu Donetsk, Kherson, Luhansk dan Zaporizhzhia.

Kantor Kepresidenan Ukraina menyatakan telah memutuskan secara resmi bahwa negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Presiden Putin.

"Pertemuan Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional pada 30 September memutuskan mustahil untuk berunding dengan Putin setelah keputusannya untuk menganeksasi wilayah Ukraina," demikian pernyataan dari Kantor Kepresidenan Ukraina.

Pada Jumat (30/10) pekan lalu, Presiden Putin menandatangani perjanjian dengan otoritas separatis di wilayah Ukraina yang ingin memisahkan diri untuk bergabung dengan Russia, menyusul referendum yang diadakan pada 23-27 September. Pemungutan suara pun dilakukan lebih dari tujuh bulan dalam perang Russia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari.

Referendum telah dikecam oleh komunitas internasional, yang mana negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) menyebut referendum itu "palsu" serta tidak akan diakui oleh mereka.

Dalam pidatonya pekan lalu itu, Presiden Putin menyerukan gencatan senjata dan mendesak Ukraina untuk berdialog. Namun, Zelenskyy mengatakan Ukraina siap melakukan negosiasi dengan Presiden Russia yang berbeda.

Menanggapi hal itu juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan negosiasi membutuhkan kedua belah pihak. Jadi, Russia hanya dapat menunggu Presiden Ukraina saat ini atau presiden berikutnya untuk mengubah sikap negara musuhnya itu.

Klaim Kyiv

Sementara itu pemerintah Ukraina mengklaim bahwa pasukan militer mereka telah berhasil merebut kembali desa-desa yang penting di wilayah Kherson, Ukraina selatan, dari tangan Russia.

Klaim keberhasilan itu diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina saat mengunggah video yang menunjukkan brigade marinir ke-35 mengibarkan bendera Ukraina di atas Davydiv Brid, sementara banyak laporan menyebutkan desa-desa di dekatnya juga berhasil direbut kembali.

"Bendera Ukraina berkibar lagi di atas Desa Davydiv Brid," kata kementerian pertahanan Ukraina di media sosial.

Kementerian Pertahanan Ukraina pun kemudian mengatakan bahwa pasukan Russia mengalami demoralisasi dan berusaha menghancurkan jembatan demi memperlambat kemajuan Ukraina.

Tak hanya di wilayah selatan, kabarnya pasukan Russia juga telah dipaksa untuk mundur di timur laut Ukraina. AFP/BBC/NHK/Anadolu/I-1

Original Source

Topik Menarik