Loading...
Loading…
Kapal Induk AS Kembali ke Laut Timur

Kapal Induk AS Kembali ke Laut Timur

Global | koran-jakarta.com | Kamis, 06 Oktober 2022 - 05:24

SEOUL - Kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS), USS Ronald Reagan, yang meninggalkan perairan Korea Selatan (Korsel) setelah latihan militer gabungan, kembali ke perairan internasional di Laut Timur pada Rabu (5/10).

Sebelumnya pada 26 hingga 29 September lalu, kapal induk USS Ronald Reagan turut berpartisipasi dalam latihan angkatan laut gabungan antara Korsel dan AS, diikuti dengan latihan trilateral antikapal selam dengan Jepang di perairan internasional Laut Timur.

Menurut Kepala Staf Gabungan (JCS), kembalinya kapal induk yang tidak biasa ini menunjukkan tekad sekutu untuk memperkuat postur kesiapan bersama dan menunjukkan keinginan untuk secara tegas menanggapi setiap provokasi ataupun ancaman Korea Utara (Korut), seperti peluncuran misil balistik jarak menengah pada Selasa (4/10) yang terbang di atas wilayah Jepang.

"Keputusan untuk menyebarkan kapal di Laut Timur dibuat oleh menteri pertahanan kedua negara, setelah peluncuran misil Korut pada Selasa, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai oleh para pemimpin sekutu untuk menyebarkan aset strategis AS di Semenanjung Korea pada waktu dan cara yang tepat bila dianggap perlu," lapor kantor berita KBS pada Rabu.

Terkait peluncuran misil balistik Korut, pihak Korsel dan AS pun telah menanggapinya dengan meluncurkan 4 misil. Korsel dan AS masing-masing menembakkan dua misil darat-ke-udara ( ground-to-air missiles /GAM) pada Rabu.

Militer Seoul menyebut peluncuran itu merupakan pembalasan atas uji coba misil terjauh Pyongyang.

Secara terpisah, Korsel juga meluncurkan misil Hyunmoo-2 yang tidak berfungsi sesaat setelah diluncurkan dan jatuh, menyebabkan kepanikan di Kota Gangneung. Namun, tidak mengakibatkan korban luka.

Pertemuan DK PBB

Sementara itu Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan segera mengadakan pertemuan darurat terbuka untuk membahas peluncuran misil jarak menengah Korut yang diluncurkan pada Selasa lalu.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan bahwa pertemuan darurat itu dijadwalkan pada Rabu (5/10) sore waktu setempat dan perwakilan pemerintah Korsel yang tidak tergabung dalam anggota DK juga akan menghadiri pertemuan sebagai pihak terkait.

Pejabat itu pun melanjutkan bahwa Korsel tengah membahas secara intensif bersama negara-negara sekutu, termasuk negara anggota DK, untuk mengadopsi pesan peringatan serius dari komunitas internasional terhadap pelanggaran resolusi Dewan Keamanan yang telah berulang kali dilakukan oleh Korut.

Dilansir dari media asing, AS bersama Inggris, Prancis, Albania, Norwegia, dan Irlandia merupakan negara-negara yang mengajukan pelaksanaan pertemuan tersebut.

Sementara Tiongkok dan Russia menentang pertemuan darurat DK PBB secara terbuka itu dengan alasan tanggapan Dewan Keamanan harus kondusif untuk meredakan situasi ketegangan di Semenanjung Korea. AFP/KBS/DW/I-1

Original Source

Topik Menarik