Loading...
Loading…
Pasukan Russia Tinggalkan Lyman

Pasukan Russia Tinggalkan Lyman

Global | koran-jakarta.com | Senin, 03 Oktober 2022 - 05:32

KYIV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Minggu (2/10) mengatakan bahwa Lyman, sebuah kota penting yang terletak di salah satu dari empat wilayah Ukraina yang dicaplok Russia, telah "dibersihkan" dari pasukan Moskwa.

Perkembangan terakhir dari serangan balik Ukraina selama beberapa pekan terhadap invasi Moskwa itu terjadi saat Russia berupaya untuk terus menyelesaikan pencaplokan wilayah Ukraina yang direbutnya meskipun ada kecaman dari Kyiv dan Barat.

Perebutan kembali Lyman yang sempat diduduki oleh pasukan Russia sejak musim semi ini, menandai kemenangan militer Ukraina pertama di wilayah yang diklaim Kremlin sebagai miliknya dan telah bersumpah untuk mempertahankannya dengan segala cara yang mungkin.

"Pada 12.30, Lyman benar-benar \'bersih\'. Terima kasih kepada militer kami!" ucap Zelenskyy dalam sebuah video yang diposting di media sosial.

Dalam pidato video pada Sabtu (1/10) malam, Zelenskyy berjanji untuk merebut kembali lebih banyak wilayah di wilayah Donbas timur negara itu dalam waktu sepekan

Pada Sabtu lalu, tentara Ukraina mengatakan bahwa mereka telah memasuki Kota Lyman, sehinggamenyebabkan Moskwa mengumumkan penarikan pasukannya dari kota itu,menuju garis depan yang lebih menguntungkan.

"Sekarang saya optimis dan sangat termotivasi. Saya melihat aktivitas di garis depan, dan bagaimana senjata asing membantu kami merebut kembali tanah kami," kata seorang tentara Ukraina yang menggunakan nama julukan "Smoke".

Dengan meningkatnya kekalahan Russia tersebut, para ahli telah memperingatkan bahwa Presiden Vladimir Putin mungkin saja akan menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan wilayah setelah opsi itu diajukan oleh sekutu Putin.

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, pada Sabtu lalu mengatakan bahwa Russia harus mempertimbangkan untuk menggunakan "senjata nuklir daya rendah" setelah pasukan Moskwa keluar dari Lyman.

Sebelumnya pada Jumat (30/9), Putin menggelar upacara besar di Kremlin pada untuk merayakan pencaplokan empat wilayah Ukraina yaitu Donetsk, Kherson, Lugansk dan Zaporizhzhia, menyusul referendum yang dikecam batal oleh Kyiv dan sekutunya.

Meskipun ada kecaman dari Barat, Mahkamah Konstitusi Russia pada Minggu mengakui sebagai sah perjanjian pencaplokan yang ditandatangani oleh Putin dengan para pemimpin empat wilayah Ukraina yang didukung Moskwa.

"Perjanjian aneksasi akan dipertimbangkan oleh majelis rendah parlemen (Duma) Russia pada Senin (3/1)," menurut pembicara Duma, Vyacheslav Volodin.

Keempat wilayah tersebut menciptakan koridor darat penting antara Russia dan Semenanjung Crimea, yang juga dianeksasi oleh Moskwa pada 2014.

Jalur Cepat

Setelah pencaplokan, Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi berat terbaru terhadap pejabat Russia dan industri pertahanan, dan mengatakan sekutu G7 mendukung pengenaan "biaya" pada negara manapun yang mendukung pencaplokan.

Di sisi lain, Presiden Zelenskyy mendesak aliansi militer pimpinan AS yaitu NATO, untuk memberikan negaranya keanggotaan melalui jalur cepat. Zelenskyy juga bersumpah tidak akan pernah mengadakan pembicaraan dengan Russia selama Putin masih berkuasa.

Sementara itu pemimpin NATO, Jens Stoltenberg, mengecam pencaplokan Russia atas 4 wilayah Ukraina dengan menyebutnya sebagai ilegal dan tidak sah, tetapi tetap tidak berkomitmen bahwa Ukraina bisa segera untuk bergabung dengan NATO. AFP/I-1

Original Source