Loading...
Loading…
Curiga Kebocoran Gas, Rusia Sebut Aksi Terorisme Ada di Belakang Insiden Ini

Curiga Kebocoran Gas, Rusia Sebut Aksi Terorisme Ada di Belakang Insiden Ini

Global | koran-jakarta.com | Jumat, 30 September 2022 - 14:30

BRUSSELS - Rusia mengatakan pada Kamis (29/9), kebocoran gas dari saluran pipa Nord Stream di Laut Baltik ternyata hasil dari aksi terorisme yang disponsori suatu negara. CNA melaporkan, Jumat (30/9).

Pernyataan itu keluar ketika seorang pejabat Uni Eropa mengatakan insiden itu secara fundamental telah mengubah bentuk konflik di Ukraina.

Uni Eropa melakukan investigasi penyebab bocornya saluran pipa Nord Stream 1 dan 2 milik Gazprom. UE juga mencurigai adanya sabotase di balik pencemaran di pantai Denmark dan Swedia.

Empat hari setelah kebocoran diketahui pertama kali, masih belum jelas siapa yang berada di balik serangan ke saluran pipa gas tersebut.

"Tampaknya ini sebuah aksi terorisme, kemungkinan dilakukan oleh level negara," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. "Sangat sulit membayangkan aksi terorisme seperti itu terjadi tanpa keterlibatan suatu negara."

Rusia juga mengatakan, AS mendapat keuntungan dalam perang kata-kata dengan Barat terkait siapa yang bertanggung jawab. Sebelumnya Moskow mengatakan kebocoran terjadi di dalam teritori yang "sepenuhnya di bawah kendali" badan intelijen AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam konferensi pers mengatakan, Washington dapat meningkatkan penjualan gas alam cair (LNG)-nya jika saluran pipa gas Rusia tidak berfungsi.

Namun kanal berita AS, CNN dengan mengutip sumber, melaporkan bahwa para pejabat keamanan Eropa telah mengobservasi kapal-kapal pendukung dan kapal selam Angkatan Laut Rusia berada tak jauh dari lokasi kebocoran.

Ketika diminta komentarnya, Peskov mengatakan kehadiran NATO jauh lebih besar di area tersebut.

Zakharova menyerukan, investigasi UE harus obyektif. Ia juga mengatakan Washingtonlah yang harus menjelaskan sendiri - merujuk pada komentar Presiden Joe Biden pada Februari yang mengatakan: jika Rusia menginvasi Ukraina, "Tak akan ada lagi Nord Stream 2".

Gedung Putih membuyarkan tuduhan Rusia, bahwa kerusakan Nord Stream adalah tanggung jawab Rusia. Gedung Putih juga mengatakan, komentar Biden merujuk pada upaya saat itu untuk mengamankan sertifikasi yang membawa Nord Stream 2 untuk penggunaan komersial.

Kebocoran saluran pipa Nord Stream 1 mungkin dapat dihentikan pada hari Senin, kata operator saluran pipa kepada Reuters .

Namun juru bicara Nord Stream AG mengatakan tidak mungkin meramalkan kapan pengoperasian saluran pipa, sampai kerusakan diperhitungkan.

Rusia telah menghentikan pengiriman gas melalui Nord Stream 1. Sanksi Barat telah menghambat operasional saluran pipa tersebut.

Ketika pertama kali kebocoran terdeteksi, terdapat gas di dalam kedua saluran pipa yang memasok gas ke Eropa itu.

Original Source

Topik Menarik