Loading...
Loading…
Pemungutan Suara Diwarnai Keributan, Anggota Parlemen Taiwan Saling Pukul

Pemungutan Suara Diwarnai Keributan, Anggota Parlemen Taiwan Saling Pukul

Global | inewsid | Jumat, 17 Juli 2020 - 13:59

TAIWAN, iNews.id - Pemungutan suara di Parlemen Taiwan diwarnai keributan, anggota parlemen terlibat aksi saling pukul dan melemparkan balon air ke pimpinan. Kejadian seperti ini kerap terjadi di tengah perseteruan dua partai besar negara tersebut.

Parlemen Taiwan mengadakan pemungutan suara untuk memilih kepala lembaga pengawas pemerintahan atau yang disebut Control Yuan pada Jumat (17/7/2020). AFP melaporkan, agenda tersebut tak berjalan mulus setelah salah satu anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik (DPP) meninju anggota partai opsisi saat pemungutan suara untuk kandidat Chen Chu.

Aksi main pukul tersebut memicu keributan lebih besar. Anggota parlemen dari Partai Koumintang (KMT) yang merasa tidak senang rekannya dipukul, balas melempar balon air ke arah pimpinan sidang yang berasal dari Partai Progresif Demokratik. Tak sampai disitu, keributan juga sampai merusak meja dan melemparkan kotak suara.

Ini menjadi kericuhan ketiga dalam dua pekan terakhir di ruang parlemen Taiwan. KMT yang merupakan oposisi menolak pencalonan Chen untuk menduduki badan yang bertugas memantau kinerja cabang-cabang pemerintahan.

KMT menilai pencalonan Chen sebagai permainan dan upaya partai penguasa, DPP, untuk menaruh orang-orangnya lebih banyak di Control Yuan. Sebab, untuk memutuskan kepala Control Yuan harus mendapat persetujuan dari legislatif yang didominasi politikus DPP.

Selain itu, KMT juga mengklaim bahwa 24 dari 27 orang yang dicalonkan sebagai anggota Control Yuan memiliki hubungan dekat dengan DPP dalam daftar calon "terburuk yang pernah ada" untuk mengisi pos di badan tersebut.

"Kami menuntut peninjuan kembali dan menuntut pencalonan Chen Chu dicabut," kata pemimpin Partai Koumintang kepada para pendukungnya yang berada di luar gedung Control Yuan.

Chen Chu merupakan penasihat hak asasi manusia yang pernah dipenjara selama enam tahun saat Taiwan masih dikuasai pemimpin dari Partai Koumintang yang terkenal diktator.

Meskipun sempat tertunda akibat keributan tersebut, pemungutan suara tetap bisa dilanjutkan dan pencalonan Chen Chu disetujui legislatif.

Chen mengatakan akan mundur dari DPP setelah pencalonannya disetujui. Langkah ini diambil untuk menghindari konflik kepentingan serta mencegah manuver kotor partai oposisi dengan segala tuduhannya.

Original Source

Topik Menarik

{