Loading...
Loading…
Inggris Tuding Rusia Berusaha Curi Data Penting Pengembangan Vaksin Covid-19

Inggris Tuding Rusia Berusaha Curi Data Penting Pengembangan Vaksin Covid-19

Global | inewsid | Jumat, 17 Juli 2020 - 07:26

LONDON, iNews.id - Otoritas Keamanan Siber Inggris menuding Rusia berusaha mencuri data-data penting pengembangan virus Covid-19 di tengah semakin tingginya angka infeksi virus tersebut di seluruh dunia.

Berdasarkan data WHO, sampai hari Kamis (16/7/2020) Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 13.6 juta orang di dunia dan membunuh lebih dari 585.000 orang. Sejak dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, virus tersebut turut berdampak pada perekonomian dunia akibat langkah-langkah pencegahan penyebaran virus seperi pembatasan wilayah serta penghentian perjalanan.

Vaksin dianggap sebagai harapan terakhir mengatasi pandemi Covid-19. Sejumlah negara maju tengah berpacu dengan waktu mengembangkan vaksin.

Dilansir dari AFP, Jumat (17/7/2020), media di Inggris mengklaim uji coba vaksin yang dilakukan Oxford University pada Kamis (16/7/2020) menunjukkan hasil menggembirakan. Prototipe vaksin diklaim mampu meningkatkan respons kekebalan tubuh melawan virus tersebut.

Namun, berselang beberapa jam kemudian, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris menemukan indikasi ada upaya pembobolan data dari kelompok peretas APT29 menargetkan pusat data laboratorium di Inggris yang melakukan penelitian vaksin untuk "mencuri properti intektual berharga."

"Hampir pasti bahwa APT29 adalah bagian dari intelijen Rusia," kata agensi intel Inggris.

"Mereka menargetkan sejumlah penelitian yang kemungkinan besar (80-90 persen) untuk mencuri informasi dalam pengembangan vaksin Covid-19," lanjutnya.

Rusia membantah tudingan Inggris. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan tidak ada indikasi keterlibatan pemerintah dalam aksi peretasan seperti yang diklaim Inggris.

"Rusia tidak pernah melakukan hal apapun terkait upaya tersebut, kata Dmitry.

Inggris dan Rusia menjadi negara di benua Eropa dengan angka infeksi tertinggi. Berdasarkan data terbaru, Inggris mencatatkan jumlah kasus Covid-19 sebanyak 292.552 dengan angka kematian 45.119, sedangkan jumlah infeksi Covid-19 di Rusia mencapai 752.797 dan kematian menyentuh 11.937.

Original Source

Topik Menarik