Loading...
Loading…
Dilarang Pemerintah, TikTok Tarik Diri Dari India

Dilarang Pemerintah, TikTok Tarik Diri Dari India

Global | jawapos | Senin, 06 Juli 2020 - 11:13

JawaPos.com Belum lama ini pemerintah India mengumumkan larangan 59 aplikasi Tiongkok di negara itu dengan alasan masalah privasi. Dari ke 59 aplikasi yang diharamkan pemerintah India itu, nama aplikasi berbagi video pendek populer TikTok ada di dalamnya.

Taat pada hukum, TikTok, yang juga merupakan aplikasi pertama dalam daftar tersebut telah secara sukarela menonaktifkan layanannya di negara ini kemarin, Kamis (2/7) waktu setempat. Dengan demikian, TikTok sekarang benar-benar berhenti bekerja di India.

Setelah pemerintah India memberlakukan larangan TikTok, aplikasi tersebut dihapus dari Google Play dan App Store. Namun, itu akan terus bekerja untuk mereka yang sudah menginstalnya di ponsel mereka.

Sekarang, aplikasi TikTok telah sepenuhnya berhenti bekerja di semua perangkat, termasuk situs web desktop, dan pemberitahuan pengguna ditampilkan di dalam aplikasi untuk memberi tahu pengguna tentang larangan tersebut.

Jika dibuka di India, aplikasi TikTok sekarang akan menunjukkan tanda kesalahan jaringan di samping pemberitahuan yang mengingatkan pengguna bahwa mereka tidak boleh lagi diakses karena larangan pemerintah. Selain itu, aplikasi tersebut juga sekarang tidak dapat memuat video baru yang direkomendasikan.

Pengguna yang terhormat, kami sedang dalam proses mematuhi arahan Pemerintah India untuk memblokir 59 aplikasi. Memastikan privasi dan keamanan semua pengguna kami di India tetap menjadi prioritas utama kami, ujar TikTok dalam pemberitahuannya.

Dilansir dari NDTV, Minggu (5/3), pemblokiran tersebut tampaknya dilakukan secara proaktif oleh TikTok, untuk mematuhi arahan pemerintah, karena pemberitahuan yang sangat mirip pada situs web Tiktok telah ditandatangani sebagai Tim TikTok India. Notifikasi yang sama juga dikirimkan kepada pengguna aplikasi sebagai notifikasi push.

Situs web tersebut memiliki pesan yang menginformasikan para pengguna larangan, dan mencatat bahwa para pengembang bekerja sama dengan pemerintah untuk lebih memahami masalah ini dan mengeksplorasi tindakan yang diambil selanjutnya.

Original Source