Loading...
Loading…
Zelenskyy Bersumpah Raih Kemenangan

Zelenskyy Bersumpah Raih Kemenangan

Global | koran-jakarta.com | Sabtu, 04 Juni 2022 - 05:22

KYIV - Ukraina akan muncul sebagai pemenang dalam perang yang dimulai oleh Russia. Hal itu diutarakan Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam pidatonya pada Jumat (3/6), saat invasi Russia ke Ukraina memasuki hari ke-100 dan pasukan Russia terus berupaya menguasai wilayah Donbas.

Sejak memulai invasi ke Ukraina pada 24 Februari, progres pasukan Russia telah diperlambat oleh perlawanan sengit Ukraina yang berhasil mengusir mereka dari sekitar ibu kota dan memaksa Moskwa untuk mengalihkan tujuannya untuk merebut wilayah timur.

Russia sejak saat itu telah menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina atau tiga kali lipat dari wilayah yang berhasil dicaplok saat pendudukan ke Crimea dan sebagian Donbas pada 2014.

"Moskwa menilai keberhasilan tertentu telah dicapai," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan, mengacu pada "pembebasan" beberapa wilayah dari apa yang disebut mereka sebagai angkatan bersenjata pro-Nazi Ukraina.

Tetapi Zelenskyy yang muncul dalam tayangan video yang diposting beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Russia tidak akan pernah jadi pemenang. "Tim kami jauh lebih besar. Angkatan Bersenjata Ukraina ada di sini dan yang paling penting, rakyat, rakyat negara kami ada disini. Membela Ukraina sudah selama 100 hari," kata dia seraya mengatakan bahwa rakyat Ukraina bersumpah untuk membela negara mereka.

Baca Juga :
Setelah Rusia Serang Ukraina, Presiden Zelenskyy Bersumpah: "Saya di Sini. Kami Tidak Akan Meletakkan Senjata"

"Kemenangan akan menjadi milik kita," ucap Zelenskyy.

Dalam pidatonya, Presiden Zelenskyy juga melaporkan bahwa pasukan Russia saat ini tetap memusatkan pasukannya di Donbas, Ukraina timur, di mana beberapa pertempuran paling sengit berpusat di kota pusat industri Severodonetsk.

"Severodonetsk adalah daerah pertempuran terberat saat ini," kata Zelenskyy pada Kamis (2/6) malam.

"Selama 100 hari, mereka (pasukan Russia) telah meratakan segalanya," ucap gubernur wilayah Lugansk, Sergiy Gaiday, di media sosial Telegram . "Kebencian terhadap musuh dan keyakinan pada kemenangan membuat kita tak tergoyahkan," imbuh Gaiday.

Dalam pernyataannya, Gubernur Gaiday pun menuding pasukan Russia telah menghancurkan rumah sakit, sekolah dan jalanan. "Namun pasukan Ukraina masih bertahan di zona industri," kata Gaiday.

Situasi di Lysychansk, kota kembar Severodonetsk, yang terletak tepat di seberang sungai, juga tampak semakin mengerikan. Menurut Wali Kota Lysychansk, Oleksandr Zaika, sekitar 60 persen infrastruktur dan perumahan di kotanya telah hancur, sementara internet, jaringan seluler, dan layanan gas terputus.

Baca Juga :
Viral di Media Sosial, Video Presiden Ukraina Bantah Isu Melarikan Diri. Zelenskyy: "Saya di Sini. Kami Tidak Akan Meletakkan Senjata"

Sementara itu di Kota Sloviansk, sekitar 80 kilometer dari Severodonetsk, wali kota setempat telah mendesak penduduk untuk mengungsi karena pengeboman meningkat dan pasokan air serta listrik padam.

Tanggapan PBB

Terkait 100 hari invasi Russia ke Ukraina, Asisten Sekretaris Jenderal dan Koordinator Krisis PBB untuk Ukraina, Amin Awad, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perang ini tidak akan memiliki pemenang.

"Sebaliknya, kami telah menyaksikan apa yang hilang selama 100 hari yaitu nyawa, rumah, lapangan pekerjaan dan prospek," kata Awad.

"Ada optimisme bahwa perang akan segera berakhir, karena baik Ukraina maupun Russia tidak mampu membiayainya lagi. Ukraina menderita dari hilangnya nyawa, kehancuran rumah sakit, sekolah, rumah, stasiun kereta api dan rel, dan sektor transportasi, sementara sanksi terhadap Russia sangat berat," pungkas Awad. AFP/I-1

Original Source

Topik Menarik