Loading...
Loading…
Makin Mengagetkan! Rusia Salah Strategi Invasi ke Ukraina, George Soros Katakan Bakal Terjadi Perang Dunia Ketiga

Makin Mengagetkan! Rusia Salah Strategi Invasi ke Ukraina, George Soros Katakan Bakal Terjadi Perang Dunia Ketiga

Global | koran-jakarta.com | Rabu, 25 Mei 2022 - 15:30

Orang terkaya dan terkemuka George Soros menyoal Perang Dunia 3 (World War 3/PD III). Hal tersebut diterapkan i nvestor kelas kakap itu ketika memiliki pandangan soal serangan Rusia ke Ukraina.

Dirinya mengatakan konflik kedua negara adalah awal dari Perang Dunia 3. Melihat cara terbaik untuk tetap stabil peradaban bebas merupakan dengan mengalahkan pasukan Presiden Vladimir Putin.

"Invasi itu mungkin merupakan awal dari Perang Dunia 3 dan peradaban kita mungkin tidak akan bertahan," ujar Soros kepada Davos , keterangan teks pidatonya yang dirilis oleh kantornya, yang dikutip dari Reuters , Rabu (25/5).

"Cara terbaik dan mungkin satu-satunya untuk melestarikan peradaban kita adalah mengalahkan Putin sesegera mungkin. Itulah intinya," lanjutnya.

Konglomerat 91 tahun itu percaya serangan Rusia merupakan kesalahan. Gencatan senjata, tegasnya, harus dilakukan.

"Tapi gencatan senjata tidak bisa dicapai karena dia (Putin) tidak bisa dipercaya. Semakin lemah Putin, semakin tidak terduga dia," lanjut Soros.

Invasi Rusia ke Ukraina telah terjadi sejak 24 Februari. Kejadian tersebut telah menewaskan ribuan orang, membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi paling serius antara Rusia dan AS sejak Krisis Rudal Kuba 1962.

Baca Juga :
Peringatan Mengerikan George Soros, Sebut Perang Dunia Ketiga

Kemudian, Soros sendiri merupakan manajer dana lindung nilai legendaris yang mendapatkan ketenaran dengan bertaruh melawan pound pada tahun 1992. Di kesempatan sama, ia menyebut perang Ukraina sebagai bagian dari "perjuangan yang lebih luas antara masyarakat terbuka" melawan "masyarakat tertutup" bukan hanya Rusia tapi Tiongkok.

"Rezim represif sekarang sedang berkuasa dan masyarakat terbuka dikepung. Hari ini Tiongkok dan Rusia menghadirkan ancaman terbesar bagi masyarakat terbuka," katanya lagi.

"Saya tidak bisa memprediksi hasilnya, tapi Ukraina pasti punya peluang bertarung," terangnya.

Original Source

Topik Menarik