Loading...
Loading…
Menyedihkan! Setelah Berjuang Mati-matian, Ukraina Pilih Setop Misi Tempur Lawan Rusia di Wilayah Vital Ini, Pertanda Menyerah?

Menyedihkan! Setelah Berjuang Mati-matian, Ukraina Pilih Setop Misi Tempur Lawan Rusia di Wilayah Vital Ini, Pertanda Menyerah?

Global | koran-jakarta.com | Rabu, 18 Mei 2022 - 09:20

Militer Ukraina dilaporkan telah menyelesaikan "misi tempur" mereka di Mariupol yang merupakan pertahanan terakhir pejuang Ukraina di wilayah Donbas. Langkah ini sekaligus mengakhiri pertempuran selama berbulan-bulan untuk kota yang terkepung itu hampir berakhir.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan komandan unit yang ditempatkan di pabrik baja Azovstal yang besar di kota itu telah diperintahkan untuk menyelamatkan nyawa personel mereka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara tentang evakuasi dalam sebuah pernyataan Senin (16/5), berterima kasih kepada militer Ukraina dan negosiator, Komite Internasional Palang Merah dan PBB.

"Ukraina membutuhkan pahlawan Ukraina hidup-hidup. Hari ke-82 pertahanan kita akan segera berakhir. Hari yang sulit. Tapi hari ini, seperti hari lainnya, ditujukan untuk menyelamatkan negara dan rakyat kita," kata Zelensky seperti dikutip dari CNN Internasional.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan bahwa gencatan senjata telah ditetapkan untuk memungkinkan lewatnya prajurit Ukraina yang terluka, menurut kantor berita negara RIA Novosti.

Sebelumnya ratusan orang telah lebih dahulu dievakuasi dari pabrik baja pada pekan lalu. Tetapi pejuang Ukraina di Mariupol pada bulan April, bersumpah untuk berjuang sampai akhir, meskipun dikepung, mengalami kekurangan amunisi dan kalah jumlah dari pasukan Rusia.

Baca Juga :
Memanas, Tentara Rusia Tewas Usai Makan Roti Beracun Buatan Warga Ukraina

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar memuji para pembela Ukraina di Mariupol karena membantu negaranya menghadapi waktu krisis untuk membentuk cadangan, menyusun kembali pasukan dan menerima bantuan dari mitra.

"Sayangnya, kami tidak memiliki kesempatan untuk membuka blokir Azovstal dengan cara militer," katanya seperti dilansir CNN Internasional.

Resimen Azov negara itu pada hari Senin (16/4) juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan seluruh prajurit di Mariupol akan mengikuti perintah untuk menyelamatkan nyawa.

"Untuk menyelamatkan nyawa, seluruh garnisun Mariupol menerapkan keputusan yang disetujui dari Komando Militer Tertinggi dan mengharapkan dukungan dari rakyat Ukraina," kata Resimen Azov dalam sebuah pernyataan Senin malam.

"Para pembela Mariupol memenuhi perintah, terlepas dari semua kesulitan, dan mengalihkan perhatian pasukan musuh yang luar biasa selama 82 hari," tambahnya.

Baca Juga :
Jet Tempur dan Helikopter Rumania Jatuh di Dekat Ukraina, 5 Tewas

Original Source

Topik Menarik