Korut Laporkan Kasus Kematian Lagi Diduga akibat Covid, 324.000 Orang Dirawat

Powered by inewsid
Global | Inews | Minggu, 15 Mei 2022 - 05:52
Korut Laporkan Kasus Kematian Lagi Diduga akibat Covid, 324.000 Orang Dirawat

SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) kembali mengonfirmasi kasus kematian beberapa hari setelah mengumumkan kasus infeksi pertama akibat Covid-19. Hingga Minggu (15/5/2022), 42 orang meninggal yang berarti ada penambahan 15 korban sepanjang Sabtu kemarin.

Namun tak ada penjelasan apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak, termasuk ratusan ribu orang yang mengalami gejala demam sejak akhir April lalu.

Kantor berita KCNA melaporkan pemerintah telah mengambil langkah-langkah darurat nasional yang cepat untuk mengendalikan wabah.

"Semua provinsi, kota, dan kabupaten di negara ini telah lockdown total dan unit kerja, unit produksi, dan unit perumahan ditutup sejak 12 Mei pagi. Pemeriksaan ketat dan intensif terhadap semua orang sedang berjalan," demikian laporan kantor berita pemerintah itu.

Otoritas kesehatan mendirikan lebih banyak pos-pos pemeriksaan dan mendistribusikan pasokan medis ke rumah sakit dan klinik. Bahkan obat-obatan cadangan juga sudah dikeluarkan.

Lebih lanjut KCNA melaporkan sebagian besar kasus kematian disebabkan warga yang ceroboh dalam meminum obat karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai infeksi virus corona varian Omicron serta metode pengobatannya yang benar.

Negara itu juga melaporkan penambahan 296.180 suspect baru. Para ahli mengatakan Korut tidak memiliki kapasitas untuk mengetes puluhan ribu orang bergejala tersebut. Secara keseluruhan Korut telah melaporkan 820.620 suspect Covid-18, dengan 324.550 masih dalam perawatan medis.

Sehari sebelumnya pemimpin Korut Kim Jong Un mengatakan penyebaran Covid-19 mendorong negaranya ke dalam bencana besar. Dia menyerukan pertempuran habis-habisan untuk mengatasi wabah tersebut.

Sementara itu meskipun Korut menerapkan lockdown, pada Sabtu kemarin Kim dan pejabat senior lainnya masih menghadiri upacara pemakaman Yang Hyong Sop, mantan kepala negara de facto selama pemerintahan Kim Jong Il.

Artikel Asli