Loading...
Loading…
Geger! Negara Ini Buru-buru Ingin Gabung NATO, Rusia Panik Akui Merasa Terancam, Tanda-tanda Moskow Kalah?

Geger! Negara Ini Buru-buru Ingin Gabung NATO, Rusia Panik Akui Merasa Terancam, Tanda-tanda Moskow Kalah?

Global | koran-jakarta.com | Jumat, 13 Mei 2022 - 09:53

Rusia buka suara terkait tawaran Finlandia untuk bergabung dengan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Menurut Rusia, ini merupakan langkah bermusuhan yang 'pasti' menimbulkan ancaman bagi keamanannya.

Kremlin mengatakan akan menanggapi sikap Finlandia, tetapi menolak untuk menjelaskan akan seperti apa tanggapan tersebut. Menurut Kremlin ini akan tergantung pada seberapa dekat NATO memindahkan aset militer menuju perbatasan Finlandia-Rusia 1.300 km (800 mil).

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan negaranya perlu mengambil "langkah-langkah pembalasan, baik yang bersifat teknis-militer dan lainnya, untuk menghentikan ancaman terhadap keamanan nasionalnya yang muncul".

"Helsinki harus menyadari tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan seperti itu," katanya, dikutip dari Reuters , Jumat (13/5).

Langkah Finlandia yang bergabung dengan NATO diprediksi akan ditiru oleh Swedia. Ini mengganggu rencana Presiden Vladimir Putin untuk mencegah NATO memperluas ke wilayahnya ke perbatasan Rusia dengan menyerang Ukraina.

"Finlandia bergabung dengan langkah-langkah tidak bersahabat yang diambil oleh Uni Eropa terhadap negara kami. Ini tidak dapat gagal untuk membangkitkan penyesalan kami, dan merupakan alasan untuk tanggapan simetris yang sesuai di pihak kami," ucap Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Baca Juga :
Bantah Bantai Ratusan Warga Sipil di Bucha Ukraina, Rusia Sebut Video Dipalsukan

"Tentu saja. Ekspansi NATO tidak membuat benua kita lebih stabil dan aman," tambahnya, terkait ancaman yang ditimbulkan jika Finlandia bergabung dengan NATO.

Ditanya apa bentuk tanggapan Rusia, Peskov menjawab hal tersebut tergantung bagaimana proses ekspansi NATO.

"Semuanya akan tergantung pada bagaimana proses ekspansi (NATO) ini berlangsung, sejauh mana infrastruktur militer bergerak lebih dekat ke perbatasan kita," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden dan Perdana Menteri Finlandia pada Kamis sempat mengatakan negara mereka harus mendaftarkan untuk bergabung dengan NATO.

Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina sendiri menjadi penyebab Finlandia dan Swedia bergerak meninggalkan netralitasnya. Ini bertujuan untuk mencari perlindungan dari payung keamanan aliansi.

Original Source

Topik Menarik

{
{