Ukraina Kembali Tenggelamkan Kapal Perang Rusia, Ini Videonya

Global | sindonews | Minggu, 08 Mei 2022 - 10:53
Ukraina Kembali Tenggelamkan Kapal Perang Rusia, Ini Videonya

KIEV - Militer Ukraina mengatakan telah menenggelamkan sebuah kapal perang Rusia di Laut Hitam dekat Pulau Ular setelah diserang dengan pesawat tak berawak alias drone.

"Bayraktar TB2 Ukraina menghancurkan kapal Rusia lainnya," kata Kementerian Pertahanan Ukraina di Twitter seperti dikutip dari Business Insider , Minggu (8/5/2022).

Pernyataan itu merujuk pada pesawat tak berawak buatan Turki yang diandalkan Ukraina untuk menyerang kapal dan peralatan Rusia.

Tweet itu menyertakan video yang tampaknya menunjukkan saat kapal itu dihantam oleh drone Ukraina.

"Parade tradisional armada Laut Hitam Rusia pada 9 Mei tahun ini akan diadakan di dekat Pulau Ular - di dasar laut," lanjut tweet tersebut.

Ukrainian Bayraktar TB2 destroyed another Russian ship. This time the landing craft of the "Serna" project. The traditional parade of the russian Black Sea fleet on May 9 this year will be held near Snake Island - at the bottom of the sea. pic.twitter.com/WYEPywmAwX Defence of Ukraine (@DefenceU) May 7, 2022

Tanggal 9 Mei dikenal sebagai Hari Kemenangan di Rusia dan memperingati penyerahan resmi Nazi Jerman pada tahun 1945.

Pejabat Ukraina mengatakan kapal Rusia itu adalah kapal kelas Serna, yang digunakan untuk mengangkut pasukan dan memungkinkan mereka untuk turun di pantai.

Tidak jelas kapan kapal itu tenggelam.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah The New York Times melaporkan intelijen AS membantu Ukraina menyerang kapal induk Rusia, Moskow. Namun laporan itu dibantah oleh Pentagon.

"Ukraina memiliki kemampuan intelijen mereka sendiri untuk melacak dan menargetkan kapal angkatan laut Rusia, seperti yang mereka lakukan dalam kasus ini," kata juru bicara Pentagon, John Kirby.

Rusia sendiri bersikeras bahwa kapal penjelajah rudalnya tidak diserang, tetapi tenggelam pada 14 April setelah kebakaran terjadi di atas kapal yang disebabkan oleh ledakan amunisi. Satu pelaut dipastikan tewas dan 27 lainnya hilang akibat insiden tersebut, sementara 396 awak kapal lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Artikel Asli