Loading...
Loading…
Tidak Ingin Hancur Berkeping-keping Wilayahnya, Perundingan Rusia-Ukraina Menghasilkan Moskow yang Berjanji Kurangi Operasi Militer di Kiev dan Cher..

Tidak Ingin Hancur Berkeping-keping Wilayahnya, Perundingan Rusia-Ukraina Menghasilkan Moskow yang Berjanji Kurangi Operasi Militer di Kiev dan Cher..

Global | koran-jakarta.com | Rabu, 30 Maret 2022 - 08:55

Perundingan Rusia-Ukraina di Istanbul, Turki pada Selasa (29/3), menghasilkan perjanjian bahwa Rusia siap mengurangi operasi militer secara dramatis di sekitar Kyiv dan Chernihiv, Ukraina utara.

Sementara itu, Ukraina memberikan usul status netral dengan jaminan internasional untuk melindunginya dari serangan.

Negosiator Ukraina mengusulkan status di mana Kyiv tidak akan bergabung dengan aliansi atau menjadi pangkalan pasukan asing, tetapi memohon jaminan keamanan yang mirip dengan "Pasal 5", klausul pertahanan kolektif NATO.

Ukraina membeberkan Israel dan anggota NATO Kanada, Polandia dan Turki sebagai negara yang dapat membantu memberikan jaminan itu.

Usulan yang diajukan tersebut akan mencakup periode konsultasi 15 tahun tentang status Krimea yang dicaplok Rusia, dan hanya bisa berlaku jika terjadi gencatan senjata lengkap, kata perunding Ukraina kepada wartawan di Istanbul yang dilansir dari Reuters .

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin menyebutkan Moskow telah mengambil langkah untuk mengurangi pertempuran di dekat Kyiv dan Chernihiv, untuk menciptakan kondisi dialog.

Negosiator utama Rusia Vladimir Medinsky menyebutkan dirinya akan melihat proposal Ukraina dan melaporkannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Perundingan yang dilakukan di Istanbul pada Selasa (29/3) merupakan pertemuan tatap muka pertama antara kedua pihak sejak 10 Maret.

Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, dan gagal merebut kota-kota besar Ukraina setelah menghadapi perlawanan sengit selama sebulan.

Proposal Ukraina merupakan yang paling rinci dan konkret yang telah ditayangkan secara publik oleh Kyiv.

"Jika kami berhasil mengkonsolidasikan ketentuan-ketentuan utama ini, dan bagi kami ini adalah yang paling mendasar, maka Ukraina akan berada dalam posisi untuk benar-benar memperbaiki statusnya saat ini sebagai negara non-blok dan non-nuklir dalam bentuk netralitas permanen," ujar negosiator Ukraina Oleksander Chaly.

Hal tersebut berarti, Ukraina tidak akan menjadi pangkalan militer negara asing, serta mengerahkan kontingen militer di wilayahnya.

Kemudian, Ukraina juga tidak akan ikut ke dalam aliansi militer-politik. Latihan militer akan dilakukan dengan persetujuan negara-negara penjamin.

Para perunding Ukraina menyebutkan ada cukup bahan dalam proposal mereka untuk menjamin pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Original Source

Topik Menarik