Loading...
Loading…
Anggota Parlemen Amerika Serikat yang Berhijab, Semuanya Keturunan Somalia

Anggota Parlemen Amerika Serikat yang Berhijab, Semuanya Keturunan Somalia

Global | sindonews | Sabtu, 05 Februari 2022 - 16:05

WASHINGTON - Anggota parlemen Amerika Serikat yang berhijab sempat membuat ramai publik. Hal ini tidaklah mengherankan lantaran AS dikenal sebagai negara yang sekuler dan islamofobia. Berikut ini deretan anggota parlemen di Amerika Serikat yang berhijab.

Ilhan Omar

Ilhan Omar adalah politikus keturunan Somalia-Amerika yang lahir pada 4 Oktober 1981 dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Minnesota dari Partai Demokrat-Petani-Buruh. Ia menjadi warga Somalia-Amerika pertama yang masuk sebagai anggota Kongres AS.

Omar juga menjadi salah satu perempuan Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres. Ia secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk menggunakan hijab di gedung parlemen. Omar menuturkan bahwa keinginannya untuk menggunakan hijab itu dilindungi oleh amandemen pertama.

Baca: 7 Tips Memilih Fashion Hijab Sesuai Bentuk Tubuh

Nadia Mohamed

Nadia Mohamed mencetak sejarah karena menjadi Muslim pertama dan warga keturunan Somalia, sekaligus orang termuda yang terpilih sebagai anggota Dewan Kota St. Louis Park, Minnesota. Ia memperoleh 63% suara dalam pemilu yang diadakan pada November 2019. Kerap menghadapi diskriminasi atas agama yang dianutnya, membuat Nadia Mohamed termotivasi untuk menjadikan St. Louis Park sebagai kota yang inklusif.

Lulusan Manajemen Sumber Daya Manusia dari Metropolitan State University ini pernah mendapat penghargaan St. Louis City\'s Human Rights Award atas upayanya dalam membangun hubungan lintas agama. Pada Januari 2020, di usia 23 tahun, Mohamed diambil sumpah sebagai anggota Dewan Kota St. Louis Park dari Partai Demokrat.

Baca: Inilah Asal Usul Hijab yang Dikenakan Muslimah

Safiya Khalid

Safiya Khalid merupakan hijabers perempuan yang berasal dari Somalia. Kerja kerasnya dalam kampanye saat mengikuti pemilu 2019 membuahkan hasil. Mengantongi hampir 70% suara, Khalid terpilih sebagai salah satu anggota Dewan Kota Lewiston, Maine. Khalid, yang kala itu berusia 23 tahun, menjadi Muslim Somalia-Amerika pertama dan anggota dewan paling muda yang terpilih.

Sebelum menjadi anggota dewan, lulusan University of Southern Maine ini adalah advokat yang fokus pada hak asasi para imigran di lembaga Gateway Community Services di Maine. Ia bergabung dalam Partai Demokrat dan terpilih sebagai Wakil Ketua Partai Demokrat Lewiston pada 2017.

Baca: 5 Gaya Hijab untuk Traveling, Ini Inspirasi OOTD ala Arafah Rianti hingga Bella Attamimi

Original Source

Topik Menarik

{
{