Loading...
Loading…
Didakwa Ikut Aksi Protes 2019, Petinju Iran Divonis Mati

Didakwa Ikut Aksi Protes 2019, Petinju Iran Divonis Mati

Global | inewsid | Kamis, 20 Januari 2022 - 10:45

TEHERAN, iNews.id - Petinju muda di Iran dijatuhi hukuman mati karena protes terhadap kasus korupsi ekonomi negara. Dia disiksa dengan kejam agar mau mengaku.

Mohammad Javad (26) divonis mati karena turut bergabung dalam aksi protes pada November 2019.

Dilansir dari Jerusalem Post , sebelum Javas, ada juga atlet lain yang divonis mati. Juara gulat, Navid Afkari (27) digantung di Shiraz pada September 2020.

Afkari dituduh membunuh seorang penjaga keamanan negara saat protes anti-pemerintah pada musim panas 2018. Jurnalis dan aktivis Masih Alinejad meluncurkan gerakan #United4Navid.

Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), Navid dan saudaranya Vahid Afkari disiksa dengan kejam untuk memberikan pengakuan.

Hukuman mati untuk atlet lain di Iran karena kejahatan memprotes pada November 2019. Mohammad Javad, 26, adalah seorang juara tinju. Mereka menjatuhkan hukuman mati padanya karena 'persebaran korupsi di Bumi'," cuit Alinejad pada Sabtu (15/1/2022).

Dia menambahkan, mereka tidak bisa menyelamatkan pegulat Iran Navid Afkari dari hukuman mati. Dia berharap atlet dunia dapat membantu kali ini.

Baca Juga :
Iran Eksekusi Mati Jurnalis Pembelot Ruhollah Zam

"Sebelum dieksekusi Navid Afkari berkata: 'Republik Islam sedang mencari leher untuk mengikat tali.'Kali ini Mohammad Javad Vafaei menghadapi eksekusi atas kejahatan bergabung dengan protes nasional Iran. Kami orang Iran menyerukan kepada atlet global untuk menjadi suaranya.#UnitedforNavid, tambahnya.

Para ahli telah mencatat tuduhan "menyebarkan korupsi di Bumi" sering digunakan terhadap pemrotes untuk menghilangkan oposisi terhadap Pemimpin Tertinggi rezim, Ali Khamenei.

Setelah kematian pegulat Afkari, dua atlet lain juga dieksekusi.

Petinju Ali Mutairi (30) dilaporkan disiksa dengan kejam di Penjara Sheiban. Dia dipaksa mengaku telah membunuh dua anggota milisi Basij pada 2018. Sementara juara gulat, Mehdi Ali Hosseini juga dieksekusi tahun lalu.

Angka menunjukkan Iran melakukan sekitar 250 eksekusi per tahun. Iran juga mengeksekusi rata-rata 100 anak-anak setiap tahun.

Sistem hukuman mengerikan di Iran di antaranya digantung dari crane di depan umum, penggunaan kejut listrik dan cambuk.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{