Demonstrasi Kenaikan Harga LPG di Kazakshtan Ricuh, Ratusan Meninggal

Demonstrasi Kenaikan Harga LPG di Kazakshtan Ricuh, Ratusan Meninggal

Global | katadata.co.id | Senin, 10 Januari 2022 - 09:20
share

Aksi kekerasan mewarnai demonstrasi di Ibu Kota Kazakhstan, Almaty yang dipicu oleh kenaikan hargaLiquified Petroleum Gas (LPG). Pemerintah Kazakhstan mencatat terdapat 15o korban jiwa akibat kejadian ini, sementara hampir 6.000 demonstran kini ditahan oleh aparat berwajib.

Dilansir dari Channel News Asia , angka korban jiwa itu belum diverifikasi oleh lembaga independen. Namun demikian, pemerintah sebelumnya menyatakan, terdapat 26 kriminal bersenjata dan 16 aparat berwajib telah meninggal.

Pemerintah Kazakhstan juga mencatat sebanyak 5.800 orang telah ditahan untuk diinterogasi. Adapun pada data tersebut, terdapat beberapa demonstran berkewarganegaraan asing.

"Situasi saat ini telah distabilkan di semua wilayah di dalam negeri. Pasukan keamanan bahkan masih melanjutkan operasi pembersihan," kata Presiden Kassym-Jamart Tokayev, Minggu (9/1).

Demonstrasi itu dimulai sejak minggu lalu di beberapa provinsi bagian barat negara. Naiknya harga bahan bakar, terutama LPG memicu demonstrasi itu.

Demonstrasi masa menyebar dari bagian barat negara ke beberapa kota besar, termasuk wilayah hub ekonomi Almaty. Aparat berwajib menggunakan peluru hidup saat mengamankan demonstrasi itu.

Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan mencatat kerugian materiil mencapai US$ 199 juta. Lebih dari 100 unit usaha dan bank diserang serta dijarah oleh demonstran. Selain itu, terdapat 400 kendaraan tercatat hancur.

Pemerintah menyatakan telah menahan mantan Kepala Kemananan Kazakhstan telah ditahan atas dugaan makar. Mantan Perdana Menteri Kazakhstan Karim Masimov ditahan atas dugaan yang sama.

Agensi Intelejen Kazakhstan atau National Security Committtee (KNB) mengumumkan bahwa Karim ditahan atas dugaan makar berat. Penangkapan Karim dilakukan setelah aksi demontrasi berubah menjadi aksi kekerasan dengan diserang dan dibakarnya gedung pemerintahan di Almaty.

Presiden Tokayev mengatakan sebanyak 20.000 bandit bersenjata telah menyerang Almaty. Ia bahkan meminta aparat untuk menembakkan senjata api dengan tujuan membunuh dan tanpa peringatan

Kepala Negara Kazakhstan berterima kasih kepada Collective Security Treaty Organization (CSTO) karena telah mengirimkan pasukan untuk membantu menenangkan kondisi di Ibu Kota. CSTO telah mengerahkan beberapa ribu pasukan ke Kazakhstan.

Original Source
Topik Menarik