Garuda Terbangkan Dua Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan

Global | wartaekonomi | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 22:37
Garuda Terbangkan Dua Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan

PT Garuda Indonesia Tbk menerbangkan dua armada Airbus A330-300 ke Kabul, Afganistanpada Minggu, 9 Januari 2022. Dua pesawat tersebut membawa bantuan kemanusiaan yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri.

Bantuan dikirim melalui program "Indonesia Humanitarian Aid to the People of Afghanistan". Sebanyak 65 ton bantuan yang dikirim, terdiri dari barang kebutuhan pokok dan kebutuhan penunjang lainnya.

Penerbangan tersebut turut dikawal oleh Tim Diplomat Kementerian Luar Negeri RI, Tim Medis, maupun Tim Pengamanan guna memastikan kelancaran proses pendistribusian bantuan kemanusiaan ini.

Pesawat dengan kode penerbangan GA 7900 diberangkatkan dari Jakarta pada dini hari tadi dan telah tiba di Kabul pukul 12.34 WIB. Sedangkan, penerbangan kedua, GA 7720 tiba di Kabul pada pukul 13.04 WIB.

"Menjadi sebuah kebanggaan dan makna tersendiri bagi kami sebagai national flag carrier dapat berperan aktif," tutur dia melalui siaran pers hari ini.

Dia menganggap, pendistribusian bantuan ini sarat dengan makna filosofis atas wujud kepedulian masyarakat dunia dalam sebuah misi kemanusiaan. Garuda pun pada akhirnya bisa menjadi representasi bangsa Indonesia.

"Sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjalankan amanah dari negara, dalam mengemban tugas sebagai representasi bangsa," tegas Irfan.

Irfan menekankan, sebuah keniscayaan bagi Garuda Indonesia sebagai maskapai pembawa bendera bangsa untuk turut ambil bagian dalam peran aktif negara menyuarakan nilai nilai kebangsaannya.

"Salah satunya melalui misi kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan yang tentunya perlu didukung oleh aksesibilitas transportasi udara yang siap setiap saat," paparnya.

Dia pun memastikan, prosedur pengiriman bantuan kemanusiaan ini telah melalui koordinasi intensif bersama pemangku kepentingan terutama terkait aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Serta standar kelayakan pendistribusian kargo udara dalam kaitan perizinan pengiriman logistik antarnegara," tutur Irfan.

Artikel Asli