Lebih dari 400 Staf Parlemen India Dinyatakan Positif COVID-19

Global | sindonews | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 20:28
Lebih dari 400 Staf Parlemen India Dinyatakan Positif COVID-19

NEW DELHI - Lebih dari 400 staf di Parlemen India dinyatakan positif COVID-19 jelang sidang anggaran parlemen.

Kantor berita ANI, mengutip pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya, melaporkan bahwa 402 dari 1.409 staf parlemen dites positif COVID-19 dari tanggal 4 hingga 8 Januari setelah sampel mereka dikirim untuk pengurutan genom guna mengonfirmasi varian.

"Hampir 402 staf dinyatakan positif COVID-19 dari 4-8 Januari dan semua sampel telah dikirim ke sekuensing genom untuk konfirmasi varian Omicron," kata seorang pejabat kepada ANI yang dikutip Hindustan Express , Minggu (9/1/2022).

Menurut pesan internal dari staf parlemen, mereka disarankan untuk mengikuti tindakan pencegahan sesuai pedoman pemerintah.

Perintah baru-baru ini oleh Departemen Otoritas Manajemen Bencana New Delhi mengarahkan semua kantor pemerintah hanya mempekerjakan 50 persen dari kapasitas staf dan sisanya bekerja dari rumah.

Menganggap serius varian baru COVID-19, Omicron, pemerintah India juga membebaskan stafnya dari biometrik untuk hadir.

Dikutip dari Gulf News, Ibu kota India New Delhi, menyaksikan lonjakan tajam dalam infeksi virus Corona setiap hari dan telah memberlakukan pembatasan pada pertemuan dan pergerakan.

Namun, berbicara pada konferensi pers virtual, Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengatakan pada hari Minggu bahwa dia tidak berniat memberlakukan penguncian.Sebaliknya, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan melengkapi vaksinasi.

"Bahkan ketika jumlah kasus harian tetap tinggi, kematian akibat COVID-19 dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tetap rendah dibandingkan dengan situasi tahun lalu," kata Kejriwal.

India melaporkan 159.632 kasus baru selama 24 jam pada Minggu pagi ketika negara itu mencatat rentang infeksi tiga hari terburuk sejak Juni. Angka-angka terbaru menandai hari ketiga berturut-turut bahwa infeksi telah mencapai 100.000, dengan total mencapai 35,5 juta sejak dimulainya pandemi.

Artikel Asli