Permintaan Pemerintah Australia Ditolak, Sidang Banding Djokovic Tetap Digelar Besok

Global | rm.id | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 16:37
Permintaan Pemerintah Australia Ditolak, Sidang Banding Djokovic Tetap Digelar Besok

Permintaan pemerintah Australia untuk menunda sidang banding petenis nomor 1 dunia Novak Djokovic dalam kasus sengketa visa hingga Rabu (13/1), akhirnya ditolak oleh Hakim Anthony Kelly yang menangani kasus tersebut.

Sidang bintang tenis itu tetap akan digelar sesuai jadwal, pada Senin (10/1) pukul 10 pagi waktu setempat.

Sekadar latar, Djokovic yang akan berlaga di turnamen bergengsi Australian Open ditolak masuk ke Australia, setelah mendarat di Melbourne pada pekan lalu.

Kasus ini telah menyebabkan protes besar dan menjadi berita utama di seluruh dunia.

Saat ini, juara Australian Open sembilan kali ituberada di pusat tahanan imigrasi. Sementara pengacaranya, bersiap mengajukan banding atas keputusan Pemerintah Federal Australia, yang telah membatalkan visanya.

Djokovic yang kini berusia 34 tahun, mendapat pengecualian medis untuk tampil di Australian Open.

Hal ini dinilai mencederaimayoritas warga Australia yang telah hidup di bawah beberapa aturan Covid yang paling ketat di dunia.

Sabtu (8/1) kemarin, pengacara Djokovic menyerahkan dokumen setebal 35 halaman. Mereka mengatakan, kliennya telah memenuhi kriteria untuk mendapatkan sertifikat pengecualian vaksin karena belum lama ini terinfeksi Covid.

Djokovic disebut positif Covid pada 16 Desember 2021, berdasarkan hasil tes PCR.

Namun, pemerintah Australia menegaskan, kriteria tersebut hanya berlakubagi warganya.

Diperkirakan, pengacara Djokovic akan mengatakan, keputusan pencabutan visa dipengaruhi oleh berbagai kesalahan yurisdiksi.

Sebelumnya, tak pernah ada informasi Djokovic terinfeksi Covid pada 16 Desember 2021.

Namun, foto-fotonya yang tak mengenakan masker saat menghadiri sebuah acara di Ibu Kota Serbia, Belgrade tersebar di jagat Twitter. Lewat postingan akun Twitter Djokovic sendiri, pada 17 Desember 2021. Sehari setelah ia terkonfirmasi Covid.

Pengacara Djokovic mengungkap, ia ditahan di titik kontrol imigrasi di Bandara Melbourne selama sekitar delapan jam. Selama periode itu, ia hanya memiliki sedikit komunikasi dengan Djokovic.

Saat ini, pengacara Djokovic telah meminta kliennya dipindahkan dari hotel detensi imigrasi yang sering dikritik oleh para pengungsi karena kondisinya yang buruk, ke tempat penahanan yang lebih memadai. Yang memungkinkan Djokovic berlatih, jelang Australian Open.

Dalam aturan pembatasan pandemi, Australia melarang orang asing yang tak divaksinasi penuh untuk memasuki negaranya. Kecuali, punya riwayat kesehatan yang tak memungkinkan divaksin. [HES]

Artikel Asli