Ribuan Truk Vietnam tidak Bisa Masuk China karena Pembatasan Covid-19

Global | republika | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 00:05
Ribuan Truk Vietnam tidak Bisa Masuk China karena Pembatasan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, LANG SON -- Ribuan truk pengangkut buah terjebak pada Jumat (7/1/2022) di perbatasan pengiriman barang utama Vietnam dengan China setelah Pemerintah China memperketat aturan barang impor karena pandemi Covid-19. Truk-truk bermuatan ribuan ton buah naga, nangka, mangga, dan hasil bumi lainnya sedang mendekam di persimpangan di Provinsi Lang Son, Vietnam Utara.

Beberapa pengemudi mengatakan mereka telah menunggu berhari-hari, ada yang mengatakan mereka telah menunggu berbulan-bulan untuk menyeberang ke China. "Saya sudah di sini selama 40 hari. Buah saya akan busuk. Saya sangat lelah dengan ini," kata seorang pengemudi yang mengaku bernama Hai sambil memasak makanan di samping truknya yang penuh dengan nangka.

Dilansir Channel News Asia, Sabtu (8/1), Hai membawa hasil bumi dari Provinsi Tien Giang Selatan. Dia tidak tahu kapan dia bisa kembali ke rumah. Di truk lain, Nguyen Van Nen dari Provinsi Bac Ninh Utara menyebut kejadian ini adalah pukulan terbesar yang dialami selama bertahun-tahun.

"Jika saya beruntung, saya pikir saya bisa melewatinya setelah 10 hari," kata Nen kepada AFP. Ia menjelaskan kontainernya yang berisi 32 ton semangka harus menunggu lebih dari 800 truk.

Penyeberangan perbatasan tidak sepenuhnya ditutup, tetapi hanya sedikit truk yang berhasil melewatinya. Pada Kamis lalu hanya sekitar 100 truk yang melewati gerbang Huu Nghi.

Awal pekan ini, otoritas Provinsi Lang Son mengeluarkan pernyataan yang menyarankan provinsi dan bisnis untuk tidak mengirim barang ke perbatasan sampai akhir bulan. Pernyataan itu menyebut kemacetan truk terjadi karena langkah-langkah pengendalian pandemi yang lebih ketat dari otoritas China terhadap orang dan kendaraan yang memasuki negara itu.

China telah menguji makanan impor rantai dingin untuk mencari jejak Covid-19 sejak 2020, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hanya ada kemungkinan sangat kecil virus itu ditularkan melalui cara ini. Beberapa pemerintah daerah di China mengatakan telah mendeteksi jejak virus corona pada buah naga yang diimpor dari Vietnam.

Menurut angka resmi, Vietnam memperoleh 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 50 miliar) dari ekspor buah-buahan dan sayuran tahun lalu. Angkanya sedikit meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Artikel Asli