Ajaib! Kasus-kasus Medis Ini Bikin Dokter Geleng-geleng Kepala

Global | wartaekonomi | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 14:23
Ajaib! Kasus-kasus Medis Ini Bikin Dokter Geleng-geleng Kepala

Meskipun ilmu pengetahuan dan kedokteran telah berkembang sangat pesat, tetapi tubuh manusia masih menyimpan banyak misteri. Ini pun terbukti bagaimana ahli selalu bisa menemukan setiap hal baru dalam kasus-kasus medis yang pernah ada.

Di antaranya bahkan terlihat mustahil hingga membuat dokter geleng-geleng kepala. Misalnya, dalam beberapa kasus menunjukkan sejumlah pasien mampu sembuh, meski secara teori tubuhnya mengalami kerusakan luar biasa dan harusnya sudah meninggal dunia. Sementara, beberapa lainnya mengalami fenomena medis unik, langka, hingga terkesan tak masuk di akal atau bahkan 'mengerikan'.

Kisah seperti itu kerap terjadi, dan dokter masih belum bisa menjelaskan secara pasti alasannya.

Berikut 5 di antaranya yang berhasil dihimpun AKURAT.CO pada Senin (27/12/2021) sebagai berikut.

1. Kasus 'Si Wanita Beracun' Gloria Ramirez

img_61c9bbeb1ea4e9-07763382-91971810.jpg

Gloria Ramirez, wanita dari Riverside, California ini sempat membuat gempar sekaligus membingungkan para ahli medis. Ramai dijuluki media sebagai 'Wanita Beracun', Ramirez sempat menyebabkan para tenaga medis yang merawatnya jatuh sakit. Beberapa bahkan sampai dirawat inap setelah terpapar oleh tubuh hingga darah Ramirez.

Kisah tak biasa itu bermula pada 19 Februari 1994, di mana saat itu, Ramirez dilarikan ke ruang gawat darurat karena jantungnya berdebar kencang. Dilaporkan, ketika itu, Ramirez yang berusia 31 tahun, tengah menderita kanker serviks stadium akhir.

Saat merawat Ramirez itulah, kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan. Saat staf merawat Ramirez, mereka melihat tubuhnya berlaku aneh. Kulitnya berkilau berminyak, dan Ramirez mengeluarkan dua bau aneh: satu seperti bau bawang putih, dan satunya mirip bau amonia.

Mendapati itu, para staf rumah sakit mulai mengalami tanda-tanda seperti keracunan. Mereka merasa mual dan pusing. Seorang perawat pingsan, diikuti seorang dokter. Malam itu, Ramirez meninggal karena komplikasi sehubungan dengan kankernya. Namun, reaksi biokimia anehnya telah menyebabkan 23 orang jatuh sakit.

Beberapa di antaranya mengalami sesak napas hingga kejang otot. Lalu, lima di antaranya membutuhkan rawat inap, dan salah satunya sampai berada unit perawatan intensif selama dua minggu.

Apa yang membuat Ramirez menjadi 'begitu beracun' masih belum diketahui secara pasti. Namun, insiden yang memimpa para staf itu sempat dianggap sebagai kasus histeria massal. Lalu, muncul sebuah penyelidikan oleh Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL). Mereka menyebut bahwa Ramirez telah mengelola sendiri dimetil sulfoksida sebagai pengobatan untuk rasa sakit.

Kemudian, menurut LLNL, itu berubah menjadi dimetil sulfat karena serangkaian reaksi kimia di unit gawat darurat. Sebagai catatan, dimetil sulfat adalah zat alkilasi bersifat karsinogenik dan sangat beracun.

Kendati demikian, teori LLNL itu hingga kini pun masih menjadi bahan perdebatan di komunitas ilmiah.

2. Kasus Phineas Gage, alami perubahan kepribadian

img_61c9bc3a258fb5-72843791-34075800.jpg

Sampai disebut legenda, kisah Phineas Gage sukses bikin geleng-geleng kepala. Beberapa psikolog bahkan sepakat menjuluki kasusnya sebagai salah satu keingintahuan medis terbesar sepanjang masa.

Kasus ajaib Gage dimulai ketika usianya 25 tahun. Ketika itu, Gage mengalami kecelakaan tragis yang membuat kepalanya tertusuk oleh sebuah batang besi besar. Pada saat insiden terjadi, Gage sedang bekerja sebagai mandor konstruksi kereta api Amerika, sebuah besi panjang masuk dan benar-benar menembus kepala Gage.

Gage selamat, tetapi insiden itu telah menyebabkan hilangnya sebagian besar lobus frontalnya. Sejak hari itu, setiap detail kehidupan Gage menjadi menarik. Para ahli takjub tidak hanya karena Gage berhasil hidup, tetapi kecelakaan itu telah membuat 'perbedaan pada dirinya'.

Dilaporkan sejak kejadian itu, Gage mengalami perubahan kepribadian. Dilaporkan sementara ingatan dan kecerdasannya tidak terganggu, tetapi sikap Gage berubah menjadi buruk.

Dokternya sempat mencatat bahwa Gage menjadi sosok yang gelisah, tidak sopan, tidak sabaran, keras kepala, kadang kala tegas, tetapi juga bimbang. Ia juga mulai kehilangan rasa hormat kepada rekan-rekannya dan tidak bisa menahan diri ketika ada yang bertentangan dengan dirinya. Selain itu, Gage terkadang mengeluarkan kata-kata kotor, sikap yang belum pernah ditunjukkan sebelum kecelakaan.

Setidaknya, selama 12 tahun, Gage mengalami perubahan perilaku yang buruk itu, hingga teman-teman merasa dia bukan lagi Gage. Anehnya, setelah itu, perilaku Gage terlihat mulai berbalik dengan sendirinya.

3. Kasus pria India yang hamil saudara kembarnya

img_61c9bcb3496261-11890617-17284194.jpg

'Fetus in fetu' digambarkan sebagai kelainan yang sangat jarang terjadi, di mana janin terjebak di dalam saudara kembarnya. Hal inilah yang terjadi oleh seorang pria asal Nagpur, India bernama Sanju Bhagat.

Kisahnya begitu langka, Bhagat yang berusia 36 tahun memiliki perut buncit layaknya ibu yang sedang mengandung sembilan bulan. Merasa sulit napas dan takut jika itu tumor, Bhagat lalu memeriksakan diri.

Akhirnya pada Juni 1999, terungkap bahwa Bhagat ternyata telah 'mengandung' kembarannya sendiri. Ternyata, diketahui, selama ini saudara kembarnya itu telah hidup dan tumbuh di dalam perutnya.

Salah satu dokter pun bercerita bagaimana saat ia membedah perut Bhagat, ia melihat bagian-bagian tubuh manusia, termasuk tulang hingga alat kelamin.

"(Dokter bedah) hanya memasukkan tangannya ke dalam dan dia berkata 'ada banyak tulang di dalamnya. Pertama, satu anggota badan keluar, lalu anggota badan lainnya lagi. Kemudian beberapa bagian alat kelamin, lalu beberapa bagian rambut, beberapa anggota badan, rahang, anggota badan lain, dan rambut," kata dokter itu, yang bernama Dr. Ajay Mehta dari Tata Memorial Hospital di Mumbai.

Alhasil temuan itu berhasil membuat syok seisi ruangan operasi, hingga seorang ahli bedah mengaku merasa seperti sedang berjabat tangan dengan seseorang di dalam tubuh Bhagat.

"Saya terkejut sekaligus ngeri, saya bisa berjabat tangan dengan seseorang di dalam (tubuh Baghat). Kami merasa ngeri. Kami bingung dan takjub," ungkap Mehta, seperti dikutip dari ABC News.

Kondisi fetus in fetu sangat jarang terjadi, dan biasanya, kedua individu meninggal sebelum atau selama kelahiran. Namun, dalam hal ini, baik Bhagat dan saudara kembarnya bisa bertahan selama 36 tahun. Bahkan diketahui, kuku saudara kembar Bhagat mampu tumbuh panjang.

4. Mengalami delusi karena gluten

img_61c9bcf6df67f5-16261987-24415618.jpg

Pernah ada seorang wanita di Massachusetts (yang namanya tidak disebutkan) yang pada usia 37 memiliki kehidupan yang baik dan normal. Pada saat itu, wanita ini sedang mengejar gelar Ph.D-nya. Awalnya, tidak ada masalah dalam kehidupan sosialnya, dan ia dilaporkan menjadi sosok yang angat disukai teman-temannya.

Namun, tiba-tiba, semuanya berubah, di mana wanita itu mulai mengalami halusinasi dan paranoia yang parah. Seperti dilaporkan dalam The New England Journal of Medicine, wanita tadi awalnya merasa bahwa ororang-orang sekitarnya telah membuat kospirasi dan memainkannya.

Delusinya makin menjadi-jadi, wanita tadi dibawa ke psikolog. Namun, obat anti-psikotik ternyata tidak membantu. Kesimpulannya, tidak ada yang berhasil saat itu.

Kemudian, di antara banyak kunjungannya ke rumah sakit, sejumlah dokter mendiagnosa bahwa dia menderita penyakit celiac, yang berkaitan dengan konsumsi gluten.

Namun, diagnosa itu sempat dihiraukan karena delusi telah bertambah parah. Pasien tersebut bahkan menganggap para dokter tadi sebagai musuh dan telah bersekongkol. Akhirnya, ketika dia mencapai titik terendah, ia kehilangan pekerjaan, teman, hingga 'drop out'.

Dia mencari dokter lagi, dan setelahnya, ia dianjurkan untuk menjalani diet bebas gluten. Ternyata, memang benar, dalam beberapa minggu, gejala delusi dan paranoia hampir tidak ada sama sekali.

Lalu, pada satu titik selama pemulihan, wanita itu secara tidak sengaja makan gluten, gejalanya segera muncul kembali. Ketika itu, pasien bahkan sampai dipenjara karena mencoba membunuh orang tuanya. Mekanisme yang menghubungkan penyakit celiac dengan masalah dengan otak dan sistem saraf tidak sepenuhnya jelas. Hingga kini, para ahli juga belum mendapatkan jawaban konkret mengapa wanita tadi bisa secara cepat mengalami delusi setiap kali memakan gluten.

5. Kembali hidup setelah 45 menit meninggal

img_61c9bd5e0ea4b3-27482639-15802137.jpg

Keajaiban pasien yang kembali hidup setelah dinyatakan tewas selalu menarik perhatian. Salah satu kisah datang dari seorang wanita 40 tahun bernama Ruby Graupera-Cassimiro.

Pada September 2014, Cassimiro yang tinggal di Amerika Serikat, dilarikan ke ruang operasi untuk menjalani operasi caesar. Operasi berjalan lancar, Cassimiro berhasil melahirkan bayi perempuannya yang sehat.

Namun, ketika tim medisnya memindahkannya ke ruang pemulihan, Cassimiro tiba-tiba mengalami serangan jantung total. Selama 45 menit, jantung Cassimiro tidak berdetak. Ia tidak bernapas selama tiga jam, tubuhnya dingin, dan bibirnya pucat pasi.

Ajaibnya, saat dibacakan waktu kematiannya, Cassimiro justru bangun kembali. Makin membuat bingung dokter, Cassimiro tidak mengalami kerusakan otak hingga luka bakar pada bagian dada. Padahal, diketahui, para dokter sempat memompa jantungnya setidaknya hingga lima kali.

Cassimiro kemudian bercerita bagaimana selama jantungnya tidak berdetak, ia mengalami pengalaman religius dengan makhluk spiritual. Pemulihannya pun membuat banyak orang bertanya-tanya.

Bagaimana menurutmu kasus-kasus di atas? Apakah kamu pernah mengalami kasus medis 'aneh' hingga membuat bingung doktermu? Semoga tidak, ya.

Artikel Asli