Arab Saudi Eksekusi Teroris ISIS karena Hendak Lakukan Bom Bunuh Diri

Global | sindonews | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 07:48
Arab Saudi Eksekusi Teroris ISIS karena Hendak Lakukan Bom Bunuh Diri

RIYADH - Arab Saudi pada Senin (27/12/2021) mengeksekusi mati seorang terpidana kasus terorisme asal Yaman. Pria itu dihukum mati karena merencanakan serangan bom bunuh diri di kerajaan atas instruksi kelompok teroris ISIS .

Pelaksanaan eksekusi itu diumumkan Kementerian Dalam Negeri.

Negara Teluk yang kaya minyak, dengan salah satu tingkat eksekusi tertinggi di dunia, telah menjadi sasaran serangkaian penembakan dan pengeboman ISIS yang mematikan sejak akhir 2014.

"Mohammed al-Saddam, warga negara Yaman, berusaha menargetkan pertemuan sipil di fasilitas umum di bawah instruksi organisasi teroris Daesh," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, merujuk pada ISIS dengan akronim bahasa Arab-nya.

"Hukuman mati dilakukan pada hari Senin di kota Riyadh," lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip AFP , Selasa (28/12/2021).

Disebutkan bahwa pria itu telah bersumpah setia kepada ISIS dan merencanakan serangan bunuh diri menggunakan sabuk peledak. Namun, kementerian tersebut tidak merinci kasus atau kapan pria Yaman itu ditangkap.

Jumlah eksekusi mati telah menurun secara signifikan pada tahun 2020, antara lain karena moratorium eksekusi terpidana mati terhadap para terpidana kasus narkoba.

Tetapi Amnesty International mengatakan pada Agustus lalu bahwa setidaknya 40 orang dieksekusi tahun ini antara Januari hingga Juli di Arab Saudi, lebih banyak daripada sepanjang tahun 2020.

Sebanyak hampir 70 orang telah dieksekusi tahun ini di kerajaan itu, menurut penghitungan AFP berdasarkan pernyataan resmi.

Arab Saudi, kata Amnesty, telah mengeksekusi mati 184 orang pada 2019. Itu adalah jumlah tertinggi yang tercatat dalam satu tahun di negara itu.

Awal tahun ini, Komisi Hak Asasi Manusia (HRC) yang dikelola negara Arab Saudi mengatakan telah mendokumentasikan 27 eksekusi pada tahun 2020.

Tahun lalu, HRC juga mengumumkan bahwa Arab Saudi menghapus hukuman cambuk yang diperintahkan pengadilan, dalam sebuah langkah reformasi yang disambut baik oleh para pegiat hak asasi manusia (HAM).

Pada bulan November, Arab Saudi membebaskan seorang pria yang ditangkap saat masih di bawah umur pada tahun 2012 setelah menjalani sembilan tahun penjara karena berpartisipasi dalam protes anti-pemerintah.

Para aktivis, bagaimanapun, skeptis bahwa reformasi akan meluas ke pembebasan tahanan politik.

Artikel Asli