Promosi Kesepakatan LCS, KJRI Guangzhou Ajak Perusahaan China Investasi

Global | rmol.id | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 11:45
Promosi Kesepakatan LCS, KJRI Guangzhou Ajak Perusahaan China Investasi

RMOL.Sejumlah perusahaan China berkumpul dalam forum investasi dan perdagangan yang digagas oleh KJRI Guangzhou bersama dengan Bank Indonesia, China Council for the Promotion of International Trade Guangdong Sub-council (CCPIT Guangdong), dan UOB China

Bertema "Re-Accessing Indonesias Trade and Investment through Local Currency Settlement (LCS)", forum tersebut digelar secara hybrid. Total peserta forum mencapai 200 orang, dengan peserta luring sebanyak 50 di antaranya.

Acara dibuka oleh Vice President CCPIT Guangdong, Fan Xinlin, dan President & CEO UOB China, Peter Foo Moo-Tan.

Dalam pidatonya, Dubes Djauhari menyambut baik kesepakatan LCS yang diimplementasikan pada September. Ia mengatakan, berkat LCS, pelaku bisnis dapat menikmati biaya transaksi yang lebih rendah dan memiliki opsi untuk pembiayaan perdagangan serta investasi langsung dalam mata uang lokal.

Ia pun menyampaikan apresiasinya atas minat perusahaan-perusahaan China seperti Huawei dan Wuling yang turut berinvestasi di Indonesia.

"Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar ke-4 global pada tahun 2050, Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor mancanegara, tak terkecuali China, untuk menjadi bagian dari pertumbuhan yang dahsyat ini," ujar Dubes Djauhari dalam keterangannya KJRI Guangzhou yang diterima redaksi.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan China, perjanjian LCS dengan China telah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan, dengan rata-rata transaksi bulanan mencapai 15 juta dolar AS per bulan, dalam 3 bulan terakhir.

"Kami optimis transaksi LCS akan terus meningkat, sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi. Berbagai quick wintelah kami siapkan untuk mempromosikan LCS, termasuk bantuan teknis bagi eksportir maupun importir, untuk melakukan transaksi LCS riil dari hulu ke hilir," jelasnya.

Selain itu, dalam forum ini juga disajikan paparan dari beberapa pembicara pakar, antara lain Deputi Perencanaan Investasi Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, Direktur Eksekutif Pengembangan Pasar Keuangan, Donny Hutabarat, dan Alternate Country CEO/Head of Global Markets UOB China, Mark Yang.

Pada kesempatan tersebut, dua perusahaan China yang telah lama berinvestasi di Indonesia, SGMW Automobile dan Huawei Indonesia juga berkesempatan membagikan pengalaman kisah suksesnya berinvestasi di Indonesia.

Forum ditutup oleh sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Kepala Cabang Guangzhou UOB China Christina Zeng, yang mencakup pertanyaan detail terkait kebijakan investasi di bidang tertentu seperti pharmaceutical, green energy dan industrial estate. []

Artikel Asli