Waspada Omicron, 4.500 Penerbangan Dibatalkan pada Malam Natal

Global | limapagi.id | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 10:15
Waspada Omicron, 4.500 Penerbangan Dibatalkan pada Malam Natal

LIMAPAGI - Maskapai penerbangan komersial di seluruh dunia membatalkan lebih dari 4.500 penerbangan pada malam Natal 2021 atau Jumat malam, 24 Desember 2021, waktu Indonesia.

Reuters melaporkan, meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara menyusul ditemukannya varian Omicron di Afrika Selatan membuat ribuan jadwal terbang maskapai global ditangguhkan.

Menurut penghitungan berjalan di situs pelacakan penerbangan FlightAware.com, sebanyak 10.000 penerbangan kemungkinan akan kembali ditunda.

Situs itu juga mencatat sebanyak 1.779 penerbangan di seluruh dunia dibatalkan tepat pada Hari Raya Natal 25 Desember 2021. Disusul dibatalkannya 402 penerbangan lainnya yang telah dijadwalkan pada 26 Desember 2021.

Data FlightAware menunjukkan, lalu lintas udara komersial di Amerika Serikat (AS) menyumbang lebih dari seperempat dari semua penerbangan yang dibatalkan selama akhir pekan Natal 2021.

Adapun maskapai AS pertama yang melaporkan jadwal pembatalan terbang ini adalah United Airlines dan Delta Air Lines. Maskapai itu membatalkan hampir 280 penerbangan gabungan pada hari Jumat saja, dengan alasan kekurangan personel di tengah lonjakan kasus Covid-19 di AS.

Kasus Covid-19 di AS melonjak dalam beberapa hari terakhir akibat masuknya varian Omicron di negara Paman Sam. Varian Omicron menyumbang tiga perempat kasus Covid-19 di AS pada November 2021.

Menurut peenghitungan Reuters, jumlah rata-rata kasus baru virus corona di AS meningkat 45 persen, menjadi 179.000 per hari selama seminggu terakhir.

New York melaporkan lebih dari 44.000 kasus baru pada hari Jumat saja. Angka itu memecahkan rekor penambahan kasus harian Covid-19 di negara bagian tersebut. Sebanyak 10 negara bagian lainnya juga mencatat rekor kasus harian pada Kamis atau Jumat.

Lonjakan kasus harian di AS memicu sistem kesehatan terutama di daerah Midwest, seperti Indiana, Ohio dan Michigan, kewalahan.

Di Inggris, banyak pabrik dan jaringan transportasi membutuhkan karyawan karena banyak pekerjanya menjalani isolasi mandiri Covid-19 di rumah.

Artikel Asli