Loading...
Loading…
Perawat Pasien Korona di Singapura Diteriaki Virus, Putrinya Diludahi

Perawat Pasien Korona di Singapura Diteriaki Virus, Putrinya Diludahi

Global | jawapos | Selasa, 19 Mei 2020 - 16:45

JawaPos.com Tenaga medis adalah garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19. Mereka harus diberikan apresiasi setinggi-tingginya. Tapi ternyata tindakan diskriminasi masih dialami oleh tenaga medis. Di Singapura, seorang pria berprofesi perawat justru mendapat cemoohan.

Perawat tersebut mengalami hinaan dari tetangganya saat pulang ke rumah. Dia akhirnya membuat laporan polisi karena tetangganya juga menyemprotkan disinfektan ke dirinya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (13/5). Perawat itu juga diteriaki dan diusir. Virus! Virus!, tulis 8world seperti dilansir AsiaOne.

Berbicara dengan portal berita Tiongkok, perawat tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi perawat selama 10 tahun dan bekerja di rumah sakit di Singapura. Terakhir dia dipindahkan ke klinik lingkungan. Tetangga-tetangganya juga tahu pekerjaannya.

Dia dan tetangganya selalu bersahabat satu sama lain. Kondisi itu berubah setelah tiga rekan istrinya pindah bersama mereka. Saat itulah tatapan dan hinaan mulai dialaminya.

Saya dipanggil virus, keluarga kotor, dan keluarga virus, tulisnya dalam posting di Instagram.

Seperti halnya dirinya, keluarganya tidak luput dari perlakuan semacam itu. Istrinya yang bekerja di sektor layanan penting, anak perempuan mereka yang berusia lima tahun, dan rekan-rekan istrinya menghadapi cobaan yang sama setiap hari. Dalam posting Instagram terpisah, istrinya menambahkan bahwa putri mereka sekarang takut keluar untuk bermain. Takut tetangga mereka akan menyemprotkan disinfektan atau bahkan meludahinya.

Screengrab/Instagram/AsiaOne

Dia menceritakan putrinya mengadu kepadanya. Ibu bagaimana bisa bibi itu membuang air liurnya? Mengapa dia menyemprotkan disinfektan ke kita? Saya takut Ibu. Pegang tanganku Ibu, sebut sang putri.

Salah satu video memperlihatkan putri mereka mengangkat tangan untuk membela diri ketika sang ayah mendekati pintu rumah mereka sendiri. Sang perawat tersebut pada akhirnya takut pulang.

Saya takut pulang setelah kerja karena saya tahu pada saat saya mencapai pintu gerbang, kata-kata buruk akan mulai keluar dari mulut tetangga, ujarnya.

Pasangan itu membuat laporan polisi sebagai bentuk pelecehan setelah putri mereka diludahi. Namun, mereka disuruh mengajukan laporan pada hakim karena polisi tidak dapat membantu tanpa perintah pengadilan.

Polisi mengatakan kepada AsiaOne bahwa penyelidikan saat ini sedang berlangsung. Pihak rumah sakit merilis pernyataan di Facebook yang mengatakan mereka mengetahui insiden tersebut. Mereka menekankan bahwa staf mereka pantas mendapat pertimbangan, rasa hormat, dan lingkungan yang aman dan baik di tempat kerja maupun di rumah sehingga mereka dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source