Loading...
Loading…
Menlu Rusia dan Menlu AS Bakal Bertemu Besok, Bahas Konflik Ukraina

Menlu Rusia dan Menlu AS Bakal Bertemu Besok, Bahas Konflik Ukraina

Global | inewsid | Rabu, 01 Desember 2021 - 18:06

MOSKOW, iNews.id Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dan Menlu AS Antony Blinken bakal bertemu di Stockholm, Swedia, Kamis (2/12/2021). Di sana, keduanya membahas seputar konflik Donbas yang memicu ketegangan hubungan Rusia dan Ukraina.

Lavrov mengatakan, pertemuannya dengan Blinken akan berlangsung di sela-sela KTT para menlu negara anggota Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) di ibu kota Swedia itu.

Besok, dalam kerangka Dewan Menteri Luar Negeri OSCE di Stockholm, (isu Donbas) ini akan menjadi salah satu masalah yang saya diskusikan dengan rekan-rekan Barat. Saya akan menanyakan bagaimana mereka menilainya, kata Lavrov kepada para anggota Parlemen Rusia di Moskow, Rabu (1/12/2021), dikutip kantor berita Sputnik .

Selain berdialog dengan Blinken, Lavrov juga berencana untuk bertemu Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, di Stockholm besok.

Rencana pertemuan Lavrov dan Blinken itu juga dibenarkan oleh seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS. Kepada Reuters , pejabat itu mengatakan, sebelum bertemu Lavrov, Blinken akan lebih dulu mengadakan pertemuan terpisah dengan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba di sela-sela KTT.

Sebelumnya, Amerika Serikat memberikan peringatan kepada Rusia terkait konflik dengan Ukraina. Menlu Blinken mengatakan, setiap agresi baru yang dilakukan Moskow terhadap Kiev, bisa berakibat serius.

Itu akan memicu konsekuensi serius, kata Blinken di Riga, Latvia, pada Selasa (30/11/2021).

Kemarin, Blinken berada di ibu kota Latvia itu untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri NATO. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas pengerahan besar-besaran pasukan Rusia di dekat perbatasan negeri beruang merah itu dengan Ukraina.

Blinken menyebut pergerakan pasukan Rusia itu tidaklah biasa. Dia pun mengingatkan, tindakan eskalasi apa pun yang dilakukan Rusia dalam konflik dengan Ukraina itu bakal menjadi perhatian besar bagi Washington DC.

Sementara, Lavrov menuding negara-negara Barat sudah terlalu lama memprovokasi Ukraina dengan berbagai tindakan yang anti-Moskow. Selain itu, menlu Rusia itu menyebut NATO telah mentransfer peralatan militer ke perbatasan Rusia, sehingga membuat situasi di kawasan makin tegang.

Untuk waktu yang lama, Barat telah memprovokasi Ukraina, dan tidak hanya Ukraina, pada tindakan anti-Rusia, kata Lavrov kepada wartawan, kemarin.

Original Source