Catatan 100 Hari Pertama Taliban Berkuasa, Nakes Bekerja Tanpa Digaji

Global | okezone | Published at Kamis, 25 November 2021 - 14:01
Catatan 100 Hari Pertama Taliban Berkuasa, Nakes Bekerja Tanpa Digaji

KABUL - Jurnalis BBC, Yalda Hakim, lahir di Afghanistan . Keluarganya melarikan diri dari negara itu saat masa pendudukan Uni Soviet pada 1980-an, tetapi dia rutin melaporkan situasi dari negara itu. Sekarang dia kembali ke Afghanistan untuk pertama kalinya, setelah Taliban merebut kekuasaan 100 hari yang lalu.

Saya menyadari bahwa kepulangan pertama saya ke negara kelahiran sejak Taliban berkuasa pada Agustus lalu, akan membuat saya bertanya-tanya. Seberapa jauh negara ini telah berubah sejak Taliban menggulingkan pemerintahan yang didukung Barat? Akankah masyarakat Afghanistan mendapatkan kedamaian yang mereka dambakan? Seperti apa masa depan perempuan dan anak perempuan yang sudah disingkirkan dari kehidupan publik oleh penguasa baru mereka?, terangnya.

Ada sebuah pertanyaan, yang saya tidak berharap akan menanyakannya kepada diri sendiri. Kekuatan seperti apa yang dibutuhkan untuk pergi bekerja, hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan yang semakin menyiksa, tanpa dibayar?, lanjutnya.

Dia mengaku kenyataan itulah yang dilihatnya di lapangan. Dari petugas kesehatan di Kandahar hingga petugas kebersihan di rumah sakit Kabul, tidak ada petugas kesehatan publik di Afghanistan yang digaji sejak pemerintah jatuh dan bantuan asing terhenti.

Terlepas dari situasi itu, mereka masih datang bekerja, merawat masyarakat yang semakin putus asa di saat mereka sendiri semakin terpojok ke tepi jurang.

Seperti Nasreen yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Rumah Sakit Anak Indira Gandhi di Kabul.

"Jika kami tidak bekerja, bayi-bayi ini akan meninggal, bagaimana mungkin kami bisa meninggalkan mereka?" terangnya.

Artikel Asli