Dubes Belanda Lambert Grijns Berbagi Tips Tanggulangi Banjir

Global | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 07:30
Dubes Belanda Lambert Grijns Berbagi Tips Tanggulangi Banjir

Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns berbagi tips tentang bagaimana negaranya menanggulangi banjir.

Ia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam pengelolaan air maupun penanggulangan banjir. Ia juga mencontohkan tantangan yang dihadapi Pemerintah Daerah dan masyarakat Jakarta dalam bahaya banjir.

Sebagaimana diketahui, Belanda dikenal dengan bentang alam pesisirnya yang lebih rendah dari muka air laut. Namun, Negeri Kincir Angin itu selama ini berhasil mengatasi banjir dengan menggunakan teknologi pengaturan air. Berbeda dengan Indonesia yang kelimpungan menangani musibah itu.

Dalam diskusi bertajuk Ambassador Talk bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (23/11), Dubes Grijns menyampaikan tentang paradigma pencegahan, pendekatan inovatif berbasis teknologi, pendekatan integratif yang holistik dan kolaborasi antar berbagai kepentingan, dalam menanggulangi banjir di negaranya.

Perlu juga untuk mengetahui permasalahan utama terjadinya banjir yang kemudian perlu dimodelkan dan dikomunikasikan potensi bahayanya kepada pihak terkait, ucapnya.

 

Mengenai langkah pencegahan, Dubes Grijns menceritakan situasi Belanda saat dilan-da banjir besar pada 1953. Bencana tersebut, menurutnya, sebagai wake - up call untuk mencegah bahaya di masa depan.

Demi mencegah bencana kembali terulang, Belanda membangun konstruksi perlindugan banjir terbesar di dunia, Delta Works.

Proyek tersebut didukung dengan pemanfaatan teknologi inovatif, yang dibangun sejak 1954. Mega konstruksi itu dapat melindungi kawasan di sisi barat daya negeri itu dari bahaya banjir maupun air pasang laut.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menilai, salah satu contoh kesuksesan Delta Works adalah saat Eropa Barat dihadang banjir Juli lalu.

Belanda berhasil meminimalisir dampak banjir bandang dengan penanggulangan sistem pembuangan air dengan baik. Dampaknya, Belanda tidak mengalami kerugian sebesar negara tetangga mereka.

Keberhasilan Belanda dalam memitigasi bencana banjir dan membangun mekanisme kesiapsiagaan menjadi pembelajaran besar bagi indonesia.

Dubes Grijns yakin, Indonesia mampu mengatasi permasalahan air dan bencana banjir. Menurutnya pengalaman-pengalaman bencana yang beragam di Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara Timur dan Pesisir Jawa menjadi kekuatan menghadapi bencana air dan banjir ke depan.

Belanda membuka diri untuk berbagi pengalaman, sebagaimana saat ini Belanda membantu membangun proteksi tepi pantai berwawasan lokal di pesisir Jawa tengah, tutupnya. [ DAY ]

Artikel Asli