Paus Fransiskus Berterima Kasih kepada Jurnalis yang Ungkap Pelecehan Seksual di Gereja

Global | inewsid | Published at Minggu, 14 November 2021 - 13:20
Paus Fransiskus Berterima Kasih kepada Jurnalis yang Ungkap Pelecehan Seksual di Gereja

VATICAN CITY, iNews.id - Paus Fransiskus berterima kasih kepada para jurnalis yang membantu untuk mengungkap skandal pelecehan seksual melibatkan kalangan Gereja Katolik Roma. Dia memuji apa yang disebut sebagai misi jurnalisme itu.

Menurut Paus, penting bagi jurnalis untuk tidak sekadar duduk di belakang meja namun mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di luar guna melawan informasi hoaks yang belakangan sering ditemukan.

"Terima kasih atas apa yang Anda sampaikan kepada kami, tentang hal-hal yang salah di gereja, untuk membantu kami agar tidak menyembunyikannya di bawah karpet, serta atas suara yang Anda sampaikan kepada para korban pelecehan," kata Paus, dikutip dari Reuters, Minggu (14/11/2021).

Pernyataan itu disampaikan Paus Fransiskus pada Sabtu (13/11/2021), saat upacara mengenang dua jurnalis senior, Philip Pullella dari Reuters serta Valentina Alazraki dari stasiun televisi Meksiko Noticieros Televisa, atas waktu panjang yang mereka habiskan meliput Vatikan.

Dia menegaskan para jurnalis memiliki misi untuk menjelaskan kepada dunia segamblang mungkin, tidak membuatnya justru menjadi kabur. Ini akan membuat para korban berani untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Skandal pelecehan seksual di Gereja Katolik Roma telah menjadi berita utama internasional sejak 2002. Saat itu surat kabar Amerika Serikat (AS) The Boston Globe merilis bebrapa artikel yang mengungkap kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur oleh pastor serta budaya menutupi kejahatan seksual itu yang meluas di kalangan gereja.

Sejak laporan itu, berbagai skandal lainnya juga diungkap di banyak negara. Kasus terbaru terungkap di Prancis, hasil penyelidikan pada Oktober mengungkap para pastor melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 200.000 anak selama 70 tahun terakhir.

Akibat serangkaian kasus ini Paus Fransiskus dihujani kritik karena dianggap lamban menanganinya. Para kritikus menganggap Paus lebih memercayai para lingkaran dekat ketimbang pengakuan para korban pelecehan.

Baru pada 2018, Paus mengakui ada kesalahan di gereja setelah mendapat laporan kasus pelecehan di Cile. Dia bersumpah Gereja tidak akan pernah lagi menutupi kasus seperti itu.

Setahun kemudian Paus menyerukan 'pertempuran habis-habisan' melawan kejahatan seksual dan menghapusnya dari muka bumi.

Artikel Asli