Kalajengking dan Ular Serang Penduduk Kota, 3 Orang Tewas Ratusan Lainnya Dirawat

Global | inewsid | Published at Minggu, 14 November 2021 - 16:25
Kalajengking dan Ular Serang Penduduk Kota, 3 Orang Tewas Ratusan Lainnya Dirawat

KAIRO, iNews.id - Ratusan orang terluka akibat gigitan kalajengking dan ular berbisa di Kota Aswan, Mesir, sejak Jumat lalu. Hewan-hewan berbahaya itu keluar dari sarang di gurun akibat badai dan hujan lebat yang memicu banjir.

Dilaporkan sejauh ini tiga orang tewas terkena sengatan kalajengking dan ratusan lainnya dirawat akibat terpapar racun atau bisa.

Banjir menggenangi sarang sehingga hewan-hewan tersebut muncul ke permukaan, masuk permukiman, lalu menyerang penduduk. Pada Sabtu (13/11/2021) dini hari, banjir besar bahkan sampai menghanyutkan lima rumah. Pohon-pohon dan tiang lampu tumbang mengakibatkan padamnya aliran listrik di kota tersebut yang juga berdampak pada pelayanan rumah sakit.

Mereka yang dirawat karena serangan berbisa tidak dapat menerima perawatan yang mereka butuhkan karena badai.

Sekjen Kegubernuran Aswan Hazem Ezzat mengatakan petugas berusaha menyedot air di permukiman yang mengalami banjir parah.

"Dengan adanya pohon tumbang karena terpaan angin, di samping tiang lampu dan listrik, juga penyediaan vaksin di rumah sakit dan unit kesehatan untuk menangani kasus gigitan kalajengking dan ular. Gubernur Aswan mengimbau warga untuk tetap di rumah dan menghindari pepohonan serta tiang listrik," ujarnya, dilaporkan Anahwa News, seperti dilaporkan kembali Daily Star, Minggu (14/11/2021).

Laporan BBC mengungkap, sekitar 450 orang mengalami luka akibat sengatan kalajengking. Hewan itu biasa terbawa ke jalan saat hujan lebat, demikian halnya dengan ular.

Mesir merupakan rumah bagi spesies kalajengking ekor besar, termasuk yang paling mematikan di dunia. Racun dari ekor hitamnya bisa membunuh manusia dalam waktu kurang dari 1 jam.

Gejala yang dialami orang yang tersengar adalah kesulitan bernapas, nyeri otot, dan kepala bergerak secara tidak biasa.

Vaksin antibisa ular biasanya diberikan sebagai tindakan pencegahan sebelum gejala muncul, namun juga bisa berfungsi setelah kondisi pasien memburuk.

Artikel Asli