Rekor 4,4 Juta Orang Amerika Putuskan Berhenti Kerja, Apa Penyebabnya?

Global | katadata.co.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 17:55
Rekor 4,4 Juta Orang Amerika Putuskan Berhenti Kerja, Apa Penyebabnya?

Gelombang pengunduran diri dari pekerja Amerika Serikat (AS) semakin meningkat. Pada bulan September, jumlah pekerja yang berhenti kerja bahkan mencapai 4,4 juta. Angka tersebut adalah yang tertinggi yang pernah dicatat negara tersebut.

Biro Statistik Tenega Kerja AS mencatat 4,4 juta warga Amerika yang berhenti kerja setara dengan 3% dari total pekerja. Angka tersebut sedikit lebih tinggi daripada yang tercatat di bulan Agustus (4.3 juta).

Tingginya jumlah pekerja yang berhenti kerja menjadi pekerjaan rumah besar bagi AS yang tengah berjuang memulihkan ekonominya setelah diterpa pandemi Covid-19.

The Washington Post melaporkan ada sejumlah alasan mengapa gelombang pengunduran diri tenaga kerja .

Di antaranya adalah meningkatnya kasus Covid-19 akibat varian Delta, sulitnya menemukan tempat perawatan anak, serta keinginan mencari gaji yang lebih besar di tempat lain.

Sebagai informasi, pemberi kerja di AS sudah menawarkan sejumlah insentif seperti bonus dua kali lipat untuk menarik pekerja.

"Pekerja sudah muak dengan kondisi lingkungan kerja yang tidak aman sehingga memilih mengundurkan diri dan pindah kerja ke tempat lain, ujar Daniel Zhao, ekonomis Glassdoor, seperti dikutip dari The Washington Post.

Lowongan kerja dan survei perputaran tenaga kera (JOLTS) yang dilakukan Biro Statistik Kerja AS juga menunjukan jumlah lowongan kerja yang tersedia di September mencapai 10,4 juta.

Artinya, bagi setiap pengangguran AS kinitersedia 1,4 lowongan kerja.

Sebagai informasi, JOLTS merupakan survei yang dilakukan Biro Statistik Tenaga Kerjayang berada diDepartemen Tenaga Kerja.

Data survei tidak hanya berfungsi untuk menunjukan jumlah lowongan kerja yang kosong tetapi juga dalam menentukan arah kebijakan inflasi.

Hasil survei JOLTS yang keluar pada Jumat (12/11) juga menunjukan sebanyak 6,6% dari tenaga kerja di akomodasi dan layanan makanan mengundurkan diri di September, angka prosentase menjadi yang tertinggi dari sektor lain.

Namun, secara jumlah, tenaga kerja yang mengundurkan diri paling banyak adalah dari sektor seni, hiburan, dan rekreasi (56 ribu orang).

Pendidikan di pemerintah daerah juga menjadi sektor yang rawan dengan gelombang pengunduran diri.

Di bulan September terdapat 30 ribu orang yang mengundurkan diri dari sektor tersebut.

Adam Hettler, seorang guru di sekolah menengah AS di Minnesota memutuskan berhenti kerja di awal September.

Dia memilih berhenti kerja karena tidak yakin dengan kemampuan pemerintah setempat dalam melindungi murid dan staf dari Covid-19.

Dia mulai berpikir untuk mengundurkan diri di pertengahan Agustus saat salah satu muridnya meninggal karena Covid-19.

"Kejadian itu membuatku sangat terpukul. Saya merasa sudah melakukan perjudian besar pada kesehatan murid-murid saya. Pandemi membuat saya berpikir ulang mengenai kesehatan saya dan keluarga," ujarnya seperti dilansir the Washington Post.

Tidak lama bagi Adam untuk menemukan pekerjaan baru. Dia sudah bekerja di tempat baru dalam hitungan minggu.

Meskipun sekolah tempat dia bekerja lebih kecil dibandingkan sebelumnya tetapi mampu memberikan perlindungan yang cukup.

Gelombang pengunduran diri sepertinya belum akan menurun dalam waktu dekat.

SurveyPrincipal Financial Group Inc menunjukanseperempat dari tenaga kerja AS mempertimbangkan untuk pindah kerja atau pensiun dalam 12-18 bulan ke depan.

Artikel Asli