NATO Kecam Belarusia karena Ciptakan Krisis Migran

Global | republika | Published at Minggu, 14 November 2021 - 10:45
NATO Kecam Belarusia karena Ciptakan Krisis Migran

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Jumat mengecam keras Belarus karena secara sengaja menciptakan krisis migran untuk tujuan politik. NATO menyampaikan rasa solidaritas terhadap negara sekutu yang terdampak.

Sekutu NATO berdiri dalam solidaritas dengan Polandia, Lituania, Latvia, dan negara-negara sekutu lainnya yang terkena dampak, dan mendukung langkah-langkah, dipandu oleh nilai-nilai fundamental dan hukum internasional yang berlaku dalam menanggapi situasi yang memerlukan koordinasi erat dengan mitra internasional," kata aliansi militer itu dalam sebuah pernyataan tertulis.

NATO menegaskan akan tetap waspada terhadap risiko eskalasi dan provokasi lebih lanjut oleh Belarus di perbatasannya dengan Polandia, Lithuania, dan Latvia.
Blok militer itu berjanji untuk terus memantau implikasinya terhadap keamanan Aliansi.

Aliansi tersebut mendesak Belarus untuk menghentikan tindakan ini, demi menghormati hak asasi manusia dan kebebasan mendasar, dan mematuhi hukum internasional.

Negara-negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Belarus Lituania, Latvia dan Polandia telah melaporkan lonjakan dramatis dalam jumlah penyeberangan migran ilegal sejak Agustus.

NATO dan Uni Eropa menganggap pendekatan Belarus terhadap para migran sebagai upaya untuk mengacaukan dan merusak keamanan di blok itu melalui cara-cara non-militer.

Menurut angka terbaru dari Uni Eropa, 7.935 orang mencoba memasuki blok itu melalui perbatasan Belarus-UE sepanjang tahun ini, naik tajam dari hanya 150 tahun lalu.

Sumber, https://www.aa.com.tr/id/dunia/nato-kutuk-langkah-belarus-atas-krisis-migran-di-perbatasan-uni-eropa/2420138.

Pada Senin, otoritas Polandia meningkatkan perlindungan perbatasan dan memobilisasi lebih dari 12 ribu tentara setelah sekelompok besar migran yang mulai berbaris menuju perbatasan negara itu dengan Belarus yang dikawal oleh militer Belarus.

Artikel Asli