Serangan Simpatisan ISIS Tewaskan Jenderal Nigeria

Global | sindonews | Published at Minggu, 14 November 2021 - 07:04
Serangan Simpatisan ISIS Tewaskan Jenderal Nigeria

MAIDUGURI - Seorang jenderal militer Nigeria dan tiga tentara tewas pada Sabtu dalam serangan oleh militan Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) di timur laut negara itu. Hal tersebut diungkapkan langsung militer Nigeria dan sejumlah sumber.

ISWAP berpisah dari Boko Haram lima tahun lalu dan berjanji setia kepada ISIS . Mereka telah berperang melawan angkatan bersenjata Nigeria.

Juru bicara militer Nigeria, Brigadir Jenderal Onyema Nwachukwu mengatakan, pasukan negara itu bertemu dengan pejuang ISWAP di daerah pemerintah daerah Askira Uba negara bagian Borno, di mana pertempuran sengit terjadi dan beberapa militan tewas.

"Sayangnya, seorang perwira senior yang gagah berani Brigadir Jenderal Dzarma Zirkusu dan tiga tentara membayarnya dengan pengorbanan tertinggi saat mereka memberikan penguatan dalam serangan balasan terhadap teroris," kata Nwachukwu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters , Minggu (14/11/2021).

Negara bagian Borno menjadi pusat pemberontakan kelompok Islam, yang telah meluas ke negara tetangga Chad dan Kamerun. Menurut PBB pemberontakan itu telah menyebabkan sekitar 300.000 orang tewas dan jutaan bergantung pada bantuan.

Sumber militer dan warga mengatakan pejuang ISWAP menyerang Askira pada Sabtu pagi dengan sedikitnya 12 truk senjata, membakar rumah, toko dan sekolah serta memaksa beberapa warga mengungsi.

"Tentara telah membawa bala bantuan tetapi pertempuran masih berlangsung saat malam menjelang," kata sumber tersebut.

Askira berjarak sekitar 150 kilometer selatan Ibu Kota negara bagian Borno, Maiduguri dan terletak di sepanjang pinggiran Hutan Sambisa, basis operasional Boko Haram dan ISWAP.

Sumber-sumber keamanan mengatakan para pejuang ISWAP juga secara terpisah menyerang pasukan di dekat kota Maiduguri, tetapi tidak ada rincian segera mengenai korban.

Tentara Nigeria bulan lalu mengatakan telah membunuh pemimpin baru ISWAP dalam operasi militer, beberapa minggu setelah mengumumkan kematian mantan kepala kelompok itu Abu Musab al-Barnawi.

Artikel Asli