Xi Jinping akan Bertemu Joe Biden Lewat Daring

Global | republika | Published at Minggu, 14 November 2021 - 06:35
Xi Jinping akan Bertemu Joe Biden Lewat Daring

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden China Xi Jinping akan bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden melalui aplikasi video pada Senin (16/11) pagi waktu Beijing. Xi akan bertukar pandangan dengan Biden mengenai kemitraan China-AS dan isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Demikian pernyataan tertulis juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Hua Chunying di Beijing, Sabtu.

Pada awal tahun ini kedua kepala negara pemimpin ekonomi dunia tersebut telah dua kali melakukan percakapan via telepon."Kedua negara sepakat untuk menjalin komunikasi secara intensif," kata Wang Wenbin, jubir MFA lainnya.Kedua negara juga terus berkomunikasi dalam mencapai kesepakatan-kesepakatan.

Wang berharap AS bisa bekerja sama dengan China pada arah yang sama dan membuat upaya nyata sehingga pertemuan antarkepala negara bisa berhasil yang nantinya membawa kemitraan China-AS kembali ke jalur yang benar untuk pembangunan yang stabil.

Namun, Wang tidak berkomentar apa pun terkait spekulasi apakah Presiden Xi akan mengundang Presiden Biden pada Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic) di Beijing pada Januari 2022.

Hubungan antarakedua negara memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden China Xi Jinping belum lama ini mengatakan kawasan Asia-Pasifik jangan kembali ke ketegangan era Perang Dingin. Pernyataan tersebut merupakan pesan dalam video yang dikirim ke forum CEO di sela-sela di pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik yang diselenggarakan Selandia Baru.

Xi mengatakan membentuk lingkaran kecil atau garis ideologi pada geopolitik pasti menuai kegagalan. "Kawasan Asia-Pasifik tidak bisa dan tidak boleh kembali dalam konfrontasi dan perpecahan era Perang Dingin," kata Xi, Kamis (11/11).

Pidato Xi merupakan referensi nyata atas upaya AS dengan sekutu dan mitra-mitranya di kawasan termasuk Quad yang terdiri AS, Jepang, India dan Australia. Kelompok untuk menumpulkan pengaruh ekonomi dan militer China yang semakin kuat. AS juga membetuk AUKUS, sebuah pakta pertahanan yang terdiri atas Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Pakta ini juga untuk menangkal China.

Namun penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan pada Kamis (11/11) mengatakan, persaingan ketat antara AS dan China di Indo-Pasifik tidak harus berubah menjadi Perang Dingin baru.

Artikel Asli