Kerusuhan Penjara Ekuador Berubah Jadi Pembantaian Sadis, 58 Napi Tewas

Global | sindonews | Published at Minggu, 14 November 2021 - 01:50
Kerusuhan Penjara Ekuador Berubah Jadi Pembantaian Sadis, 58 Napi Tewas

QUITO - Sebanyak 58 narapidana tewas dalam kerusuhan penjara besar-besaran di penjara di Ekuador yang berubah menjadi pembantaian. Kerusuhan dilaporkan dipicu oleh persaingan geng.

Kerusuhan pecah pada Jumat malam (12/11/2021) di Lembaga Pemasyarakatan Litoral, penjara besar di dekat kota Guayaquil.

Penjara itu diketahui menampung narapidana dari geng Los Choneros yang terkenal diduga memiliki hubungan dengan kartel Sinaloa yang kuat di Meksiko.

Bentrokan kekerasan dipicu konflik antara anggota geng yang berbeda yang dipenjara di fasilitas tersebut. Bangsal kedua penjara yang menampung sekitar 700 narapidana telah menjadi pusat kekacauan berdarah.

Video yang belum diverifikasi yang beredar di internet yang diduga direkam narapidana sendiri menunjukkan apa yang tampaknya merupakan akibat dari pembantaian tersebut.

Rekaman menunjukkan anggota geng mencoba membakar tubuh lawan mereka tepat di lapangan penjara.

Mayat-mayat tergeletak di genangan darah disatukan dengan beberapa puing-puing dan dibakar.

Beberapa narapidana terlihat berjalan di antara orang mati dan masih memukuli mereka dengan tongkat besar.

"Sebanyak 58 orang tewas dalam pembantaian itu," papar Gubernur Provinsi Guayas, Pablo Arosemena, dalam konferensi pers darurat yang diadakan pemerintah pada Sabtu (13/11/2021).

Sebanyak 12 orang lainnya terluka dan dikirim ke berbagai fasilitas medis, menurut media setempat.

Polisi baru memasuki fasilitas itu pada Sabtu pagi. "Para petugas tidak dapat melakukan pengamanan lebih cepat," papar kepala polisi Ekuador, Tanya Varela, selama konferensi pers.

Dia menambahkan tindakan tergesa-gesa hanya akan memperburuk situasi. "Para petugas menemukan senjata dan selusin tongkat dinamit saat mereka menggeledah fasilitas tersebut sambil dijaga unit komando taktis," papar laporan media setempat.

Lembaga Pemasyarakatan Litoral telah mengalami kerusuhan besar lainnya pada akhir September yang berakhir dengan kematian 119 narapidana.

Artikel Asli