Retno Ingatkan Kembali Dunia Pentingnya Berbagi Vaksin Covid-19

Global | rm.id | Published at Kamis, 11 November 2021 - 15:14
Retno Ingatkan Kembali Dunia Pentingnya Berbagi Vaksin Covid-19

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kembali mengingatkan dunia mengenai pentingnya berbagi vaksin Covid-19 sebanyak dan sesegera mungkin untuk mencapai target vaksinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini disampaikan Retno dalam kapasitasnya sebagai salah satu ketua bersama COVAX AMC Engagement Group.

Pernyataan itu disampaikan Retno pada pertemuan Covid-19 Ministerial Conference yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (10/11). Menlu Amerika Serikat Antony Blinken menjadi tuan rumah pertemuan yang bertema Global Direction and Building the Capacity We Need: Creating platforms to sustain financing, regional collaboration, and political leadership ini.

Berbagilah sebanyak dan secepat mungkin. Jika itu tidak dilakukan, target WHO untuk memvaksin 40 persen populasi setiap negara pada akhir 2020 dan 70 persen populasi pada pertengahan 2022 tidak akan tercapai, kata Retno Retno pada pertemuan itu, seperti keterangan tertulis yang diterima RM.id , Kamis (11/11).

Dia mengungkapkan kekhawatiran dunia tidak akan bisa keluar dari pandemi jika semua negara-negara tidak bekerja sama untuk menjawab tantangan jangka pendek tersebut. Sementara, untuk jangka panjang dan menengah, Rento menekankan pentingnya tata kelola kesehatan global dengan mempertahankan peran sentral WHO dalam mengkoordinasikan aksi-aksi kesehatan global, dan memastikan WHO memperoleh pembiayaan yang diperlukan untuk menjalankan mandatnya.

Retno juga menyoroti penguatan dukungan pendanaan kesehatan bagi negara berkembang untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi berikutnya. Upaya itu, kata dia, memerlukan mekanisme pembiayaan global baru yang didukung negara donor dan lembaga keuangan internasional.

Sebagai Presidensi G-20 pada 2022, Indonesia meminta dukungan negara-negara anggota bagi G-20 Joint Finance-Health Task Force dalam merancang modalitas mekanisme tersebut. Mekanisme ini akan membawa manfaat bagi kita semua. Hanya dengan begitu, kita dapat pulih bersama dengan lebih kuat. Recover Together, Recover Stronger , tegas Retno.

Pada pertemuan itu, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, tahun ini saja dunia membutuhkan 550 juta dosis vaksin agar dapat mengimplementasikan vaksinasi global. Dukungan masyarakat internasional dibutuhkan untuk berbagi vaksin, meningkatkan kapasitas produksi vaksin lokal, serta mendukung pendanaannya.

Tedros juga menegaskan pentingnya memperkuat tata kelola kesehatan global. Komitmen politik negara-negara diperlukan untuk mendukung kesuksesan pembentukan instrumen hukum baru terkait pandemi.

Pesan serupa diangkat para Menlu yang hadir dalam pertemuan. Mereka menggarisbawahi pentingnya akses yang merata terhadap vaksin dan peningkatan kapasitas produksi vaksin negara berkembang. Selain itu, disampaikan juga dukungan terhadap pembentukan mekanisme pembiayaan kesehatan baru, penguatan kerja sama penelitian dan inovasi, dan penguatan multilateralisme dalam mengantisipasi pandemi berikutnya.

Covid-19 Ministerial Meeting merupakan pertemuan terbatas yang diselenggarakan Pemerintah AS sebagai tindak lanjut pertemuan Global COVID Summit pada September 2021 yang dipimpin Presiden Joe Biden. Pertemuan pada Rabu dihadiri 28 menteri dan perwakilan organisasi internasional dari berbagai negara, termasuk Dirjen WHO, Presiden Bank Dunia, dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional. [ DAY ]

Artikel Asli