Rusia Mulai Ketar-ketir dengan Drone Tempur Bayraktar Buatan Turki di Ukraina

Global | inewsid | Published at Rabu, 27 Oktober 2021 - 21:47
Rusia Mulai Ketar-ketir dengan Drone Tempur Bayraktar Buatan Turki di Ukraina

MOSKOW, iNews.id - Rusia khawatir dengan keputusan Turki menjual drone ke Ukraina. Drone tempur buatan Turki berisiko membuat kacau situasi di Ukraina. Ketegangan Rusia dengan Ukraina meningkat sejak pencaplokan Semenanjung Krimea pada 2014.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengomentari pengerahan drone buatan Turki Bayraktar TB2 oleh Ukraina untuk menyerang posisi kelompok separatis yang didukung Rusia di perbatasan.

"Kami memiliki hubungan sangat baik dengan Turki, tapi dalam situasi ini, sayangnya kekhawatiran kami bahwa pengiriman senjata jenis ini ke militer Ukraina berpotensi mengganggu stabilitas situasi di jalur kontak," kata Peskov, dikutip dari Reuters, Rabu (27/10/2021).

Kelompok separatis yang didukung Rusia memerangi pasukan pemerintah di wilayah Donbass, Ukraina, sejak 2014. Menurut Ukraina sedikitnya 14.000 orang tewas sejak konflik tersebut.

"Kami melihat, begitu senjata tersebut jatuh ke tangan militer (Ukraina), mereka berpotensi digunakan di wilayah (timur) Ukraina dan ini mengarah pada destabilisasi. Ini tidak berkontribusi pada penyelesaian masalah internal Ukraina ini," kata Peskov.

Ukraina membeli drone Bayraktar Turki untuk memperkuat militernya, bahkan telah menjalin kesepakatan untuk memproduksi drone serupa di pabrik dekat Ibu Kota Kiev.

Penjualan drone ini merupakan salah satu pemicu panasnya hubungan Rusia dan Turki dan Rusia meskipun kedua pihak menjalin hubungan erat di bidang lain.

Sementara itu Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan militer mengerahkan drone untuk memaksa separatis pro-Rusia menghentikan penembakan. Drone telah menghancurkan unit artileri milik separatis pro-Rusia yang dilengkapi bom berpemandu.

Selai dari Turki, Ukraina juga mendapat dukungan militer dari Amerika Serikat dan negara-negara NATO lainnya.

Artikel Asli