Tentara Korea Utara Gelar Pertunjukan Seni Bela Diri Ekstrem

republika | Global | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 14:48
Tentara Korea Utara Gelar Pertunjukan Seni Bela Diri Ekstrem

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Militer Korea Utara menggelar pertunjukan seni bela diri ekstrem dan berbahaya. Pertunjukan ini digelar dalam pembukaan pameran pertahanan yang dihadiri oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Seorang prajurit melakukan aksi ekstrem dengan bertelanjang dada dan menghancurkan dua botol kaca. Prajurit itu kemudian berbaring di atas pecahan kaca dan sebuah balok beton tebal diletakkan di atas dadanya. Seorang prajurit lainnya menghancurkan balok betok tersebut dengan palu godam.

Dalam aksi ekstrem lainnya, beberapa prajurit mematahkan bata beton dengan tangan mereka. Bahkan ada juga yang mematahkannya dengan kepala mereka. Para prajurit juga menampilkan aksi berbahaya. Salah satu prajurit berbaring di atas tempat tidur paku dan sebuah balok beton diletakkan di atas dadanya. Sementara prajurit lain mematahkan balok tersebut.

Kim tampak bertepuk tangan dan tersenyum melihat aksi ekstrem para prajurit Korea Utara. Dalam deretan bangku VIP, Kim duduk bersama dengan saudara perempuan dan penasihat dekat, Kim Yo-jong.

Korea memiliki tradisi seni bela diri yang panjang termasuk olahraga asli taekwondo. Olahraga ini dikembangkan oleh seorang jenderal Korea Selatan yang kemudian berselisih dengan pemimpin yang didukung militer Korea Selatan Park Chung-hee. Jenderal tersebut diketahui kerap berkunjung ke Pyongyang. Dia meninggal dunia pada 2002. Taekwondo sekarang sering digunakan oleh Korea Utara untuk melambangkan kekuatan militernya.

Para prajurit ini, yang dibesarkan oleh partai kami, telah menunjukkan kekuatan, keberanian, dan moral Tentara Rakyat Korea kepada seluruh dunia," kata pembaca berita Ri Chun Hee, yang merupakan pembawa acara paling terkenal di Korea Utara dilansir Aljazirah, Kamis (14/10).

Pameran senjata ini merupakan bagian dari peringatan berdirinya Partai Buruh yang berkuasa. Pada Selasa (12/10) di Pameran Pengembangan Pertahanan, Kim mengatakan pengembangan senjata Korea Utara sangat diperlukan dalam menghadapi kebijakan bermusuhan dari AS dan Korea Selatan.

"Pyongyang meningkatkan militernya untuk membela diri dan bukan untuk memulai perang," kata Kim dalam pidatonya menurut laporan kantor berita negara KCNA.

Kim telah mengawasi kemajuan pesat dalam program senjata nuklir dan rudal balistik. Program ini telah menyebabkan Korea Utara mendapatkan sanksi internasional.

Artikel Asli